"Apa yang mereka cari? Tidak ada pembagian sembako, tidak ada makanan, bahkan mungkin mereka pun tidak melihat Habib Rizieq, tetapi mereka merasakan kepuasan batin," terangnya.
Baca juga: Ngaku Tak Masalah dengan Habib Rizieq soal Acara Nikah, dokter Tirta: Tapi Saya Ingin Ketuk Hatinya
Lebih lanjut, munculnya kepercayaan kepada Habib Rizieq tidak terlepas dari latar belakang dan diri pribadi yang bersangkutan yang diakui sebagai ulama yang berjuang untuk keadilan, sekaligus keturanan Rasulullah.
"Satu sisi mereka melihat dia sebagai ulama, satu sisi mereka melihat sebagai pejuang keadilan, satu sisi mereka melihat sebagai orang tertindas dan teraniaya," katanya.
"Ada satu sisi lagi juga mereka melihat dia sebagai keturunan Rasulullah," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)