Ia mengatakan, video tersebut bisa beredar luas berawal dari aplikasi percakapan yang kemudian berunjung pada pesan berantai.
“Saudara NN mengupload di Facebook. SF dapat dari unggahan NN. Intinya penyebaran ada yang dari status WhatsApp, grup WhatsApp dan Facebook,” terangnya. (Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(Surya.co.id/Tony Hermawan)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Hoaks Jenazah Covid-19 Dicongkel Matanya di Probolinggo, Pihak Keluarga Angkat Bicara