"Kalau misalnya mendekati, atau katakanlah sama, atau bahkan melewati, dalam suatu kesatuan kerja antara presiden dengan wakil presiden, ini menimbulkan pertanyaan kembali," komentarnya.
"Jadi sebetulnya angka tersebut sangat bagus, ideal. Membuktikan bahwa kerjanya sudah bersama-sama dalam satu, secara konstitusi pun membantu presiden," lanjut Nusyirwan.
Ketika ditanya tentang hasil survei tersebut dapat menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Ma'ruf Amin, Nusyirwan enggan menjelaskan lebih jauh.
"Tidak perlu muncul pertanyaan itu," tandasnya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Rizal Ramli Pertanyakan Peran Ma'ruf Amin: Antara Ada dan Tiada
Di sisi lain, sebelumnya, ekonom senior Rizal Ramli memberikan kritikan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Ma'ruf Amin.
Dilansir TribunWow.com, Rizal Ramli mempertanyakan peran yang dilakukan oleh Ma'ruf Amin dalam mengemban jabatan sebagai wakil presiden.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (20/10/2020).
Baca juga: Di Depan Mahfud MD, Gatot Bacakan Hasil Survei Tingkat Kepuasan Setahun Jokowi: Tak Enak di Telinga
Baca juga: Pada Mahfud MD, Rizal Ramli Soroti Cara Penangkapan Aktivis KAMI, Bandingkan dengan Era Soeharto
Dalam kesempatan itu, Rizal Ramli mengatakan lebih setuju menyebut bahwa masa pemerintahan Jokowi saat ini adalah yang keenam tahun bukan satu tahun karena sudah memasuki periode kedua.
Masa pemerintahan satu tahun ketika berganti pasangan dari Jusuf Kalla menjadi Ma'ruf Amin.
"Saya diundang ke sini untuk satu tahun pemerintahan Jokowi, saya juga bingung, bukannya udah enam tahun," ujar Rizal Ramli.
"Memang satu tahun bersama Pak Ma'ruf," imbuhnya.
Menyinggung soal Ma'ruf Amin, dirinya justru memberikan sorotan tajam kepada mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Rizal Ramli mempertanyakan keberadaan dari Ma'ruf Amin selama satu tahun menjadi orang penting nomor dua di Tanah Air.
"Cuman Bapak Wakil Presiden kita ini antara ada dan tiada," kata Rizal Ramli.