Terkini Nasional

Publik Lebih Tak Puas kepada Ma'ruf Amin, Politikus PDIP Anggap Ideal: Wapres Jangan Disurvei

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, ditayangkan Selasa (20/10/2020).

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PDIP Nusyirwan Sujono menanggapi hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Kamis (5/11/2020).

Menurut Nusyirwan, tidak selayaknya pasangan presiden dan wakil presiden itu disurvei secara terpisah.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjawab tudingan dirinya jarang tampil di publik, dalam Catatan Najwa, diunggah Selasa (20/10/2020). (Capture YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Jokowi akan Beri Bintang Mahaputra kepada Gatot Nurmantyo, Mahfud MD: Pasti Ada yang Persoalkan

Pasalnya ia beranggapan kedua pemimpin negara itu bekerja beriringan, sehingga harus dinilai bersama-sama pula.

"Kalau ditanya cukup atau tidak, dengan tinjauan hasil survei, sebenarnya surveinya ini jangan mensurvei wakil presiden," komentar Nusyirwan.

"Tentu presiden dan wakilnya ini dalam suatu kesatuan kerja," jelasnya.

Ia memaparkan alasan sebaiknya wakil presiden tidak dinilai secara terpisah dari presiden.

"Sehingga kalau disurvei terpisah, ini agak enggak masuk di dalam cara berpikir kita. Bagaimana ditanya di dalam survei, 'Bagaimana peranan wakilnya?'," kata Nusyirwan.

Ia membenarkan keduanya memang ada peran masing-masing.

Mengenai hasil survei tersebut, Nusyirwan justru menilai angkanya ideal, meskipun kepuasan terhadap Ma'ruf Amin disebut kurang dari 50 persen.

"Terlepas dari ada peranan masing-masing, tentu beruntung saja ini hasilnya ada di bawahnya kinerja presiden," ungkap politikus PDIP ini.

"Menurut saya angka tersebut ideal, bahwa kepuasannya presiden 64 persen kemudian wakilnya 42 persen," lanjutnya.

Baca juga: LSI Sebut Kepuasan Masyarakat ke Jokowi soal Penanganan Covid-19 Terus Menurun Tiap Bulan

Ia menjelaskan alasan angka tersebut dianggap sesuai untuk kinerja Ma'ruf Amin.

Menurut Nusyirwan, justru jangan sampai angka kepuasan terhadap Ma'ruf Amin melebihi Jokowi.

Pasalnya kinerja pasangan pemimpin negara tersebut harus dianggap sebagai satu kesatuan.

Halaman
123