Terkini Daerah

Bantah 2 Polisi Gadungan Tahanan Polsek Sunggal Tewas Dianiaya, Kapolres Medan: Rekam Medisnya Ada

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi memaparkan meninggalnya 2 orang tersangka kasus perampokan bermodus polisi gadungan di Mapolrestabes Medan, Rabu (14/10/2020) sore.

Polisi akan Tuntut Balik Keluarga Pelapor

Pihak keluarga tersangka yang meninggal dunia, saat itu menerima bahwa tersangka meninggal dunia karena sakit dengan surat pernyataan bahwa mereka menolak dilakukan otopsi.

"Jadi menarik di sini adalah, setelah membuat pernyataan mereka (pihak keluarga alm Joko) membuat laporan polisi ke Polda Sumut bahwa telah terjadi penganiayaan yang dilakukan penyidik Polsek Sunggal," katanya.

Atas laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan internal dan hasilnya, penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.

Pemeriksaan sementara itu, lanjut Riko, termasuk keterangan yang disampaikan rekan-rekan tersangka yang meninggal tersebut, menyatakan bahwa almarhum Joko, selama pemeriksaan sudah lima kali dirawat dan terakhir dirawat selama lima hari.

"Rekam medisnya ada tapi kami tidak bisa menyampaikan di sini. Almarhum kedua (Rudi), sudah dua kali dirawat di rumah sakit yang sama," katanya.

Baca juga: Peran 8 Polisi Gadungan di Medan, dari Komandan hingga Ada ABG Wanita Jadi Penyidik BNN

Riko menegaskan, jika apa yang disampaikan pihak keluarga tidak terbukti.

Ditambah lagi karena dari awal pihak keluarga sudah menerima dan menandatangani surat keberatan untuk diotopsi.

Pihaknya akan secara internal berkonsultasi dengan bidang hukum Polda Sumut untuk melapor balik.

"Kalau tidak terbukti kami akan secara internal koordinasi dan kami akan konsultasi dengan bidang hukum polda untuk laporkan balik. Kalau perlu laporkan balik," katanya.

Pernyataan Adik Almarhum Joko

Adik kandung almarhum Joko Dedi Kurniawan, yakni Edi Saputra menyatakan abangnya meninggal bukan karena dipukuli, melainkan karena sakit demam.

Edi merupakan salah satu dari 8 tersangka yang ditangkap Polsek Sunggal.

"Abang saya meninggal bukan karena dipukuli polisi. Abang saya meninggal karena sakit. Sudah itu dirawat 5 hari, sakit demam. (sebelumnya ada sakit) macam angin gitu. Saya bilang di sini tidak ada dipukuli polisi. Saya (selalu diperiksa) barengan," katanya di Mapolrestabes Medan, Rabu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, saat ditemui di RS Bhayangkara Medan beberapa waktu lalu, dalam kasus kematian 2 tahanan di Polsek Sunggal, dilakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek Sunggal dan juga petugas piketnya.

"Iya diambil keterangannya. Itu sudah pasti karena dia Kapolsek. Petugas piket juga diperiksa," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Polisi Gadungan Tahanan Polsek Sunggal Meninggal, Ini Penjelasan Kapolres Medan"