"Sisanya 80 ini masih kita dalami tapi sudah jadi tersangka. Ancamannya sejauh ini masih di bawah lima tahun jadi nggak ditahan," lanjut dia.
Sebelumnya, Yusri membenarkan fakta bahwa dari ribuan yang ditangkap, sebagian besar merupakan pelajar sekolah teknik menengah atau lebih dikenal dengan anma STM.
"1.192 ini sayakatakan adalah Anarko, tapi profesi mereka berbeda-beda," kata Yusri.
"Anarko itu bukan profesi, Anarko itu orang yang niat melakukan kerusuhan. Siapa-siapa saja mereka ada yang pelajar, ada yang pengangguran. Pelajarnya pelajar STM, hampir setengahnya pelajar STM dari 1.192," tambahnya.
"Memang tujuannya ini bukan bergabung dengan teman-teman serikat yang tujuannya menyampaikan pendapat menolak UU Ciptaker. Tujuannya untuk membuat rusuh," ujar dia.
Simak video selengkapnya mulai menit ke-4.46:
Rizal Ramli: Itu Preman Susupi Mahasiswa
Di sisi lain, pihak TNI dan Polri menyatakan ada kelompok asing di luar mahasiswa dan buruh yang memang sengaja datang berdemo untuk membuat keributan.
Pernyataan senada juga diberikan oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut para oknum perusuh tersebut adalah preman yang menyusup ke barisan mahasiswa.
Lewat cuitan akun twitter miliknya, @RamliRizal, Sabtu (10/10/2020), Rizal Ramli mengomentari sebuah video saat TNI memberikan penjelasan kepada sejumlah mahasiswa yang nampak duduk berkumpul mengenakan jas almamater.
Awalnya terdapat seorang anggota TNI mencoba mencari penyusup saat memberikan penjelasan kepada sejumlah mahasiswa.
"Adik-adik harus bisa memastikan yang ada di sini betul-betul mahasiswa," kata anggota TNI tersebut.
Ia lalu menanyakan kepada seluruh orang yang hadir di sana untuk mengaku siapa yang memiliki tato.
Akhirnya nampak ada seseorang yang mengaku.
"Sampean dari mana? Mahasiswa bukan?" tanya anggota TNI tersebut.