Dirinya sendiri mengaku siap untuk melanjutkan Pilkada maupun menunda proses Pilkada.
"Ditunda saya siap, pilkadanya besok saya siap, 9 Desember saya siap," kata Gibran.
"Saya kembalikan lagi ke KPU."
"Jadi bukan karena ini anaknya Jokowi, terus Pilkada tetap dilangsungkan," imbuhnya.
Gibran lalu bercerita soal solusinya melakukan blusukan secara online sebagai alternatif berkampanye di tengah pandemi Covid-19.
"Saya tahu ini Pilkadanya di tengah pandemi," ucapnya.
"Makannya saya perbanyak pertemuan-pertemuan daring dengan warga."
"Itu salah satu komitmen saya untuk menjaga agar Pilkada di Solo ini tetap sehat," imbuh Gibran.
Terakhir, Gibran kembali menekankan bahwa dirinya tidak memiliki masalah apabila pada akhirnya tidak terpilih menjadi Wali Kota Solo.
KPU: Kami Tak Menutup Mata
Di sisi lain, Plh Ketua KPU RI Ilham Saputra mengakui bahwa KPU tidak menutup mata soal masukkan berbagai pihak untuk menunda Pilkada 2020.
"Kami tidak menutup mata dengan masukan PP Muhammadiyah, PBNU dan juga dari NGO-NGO, dari masyarakat sipil, kita tidak menafikan itu," kata Ilham dalam diskusi virtual yang digelar LHKP Muhammadiyah, Rabu (30/9/2020).
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/9/2020), namun KPU menegaskan pihaknya masih ingin melanjutkan karena sudah telanjur mengeluarkan banyak upaya demi terlaksananya Pilkada 2020.
"Jika dikatakan penundaan maka KPU masih berharap bisa dilanjutkan. Karena tadi soal effort yang sudah kita keluarkan, energi yang sudah begitu banyak kita keluarkan, juga soal anggaran dan lain sebagainya," tuturnya.
Sebagai solusinya, KPU mengaku telah mempersiapkan sejumlah cara untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.
"KPU sudah menerapkan protokol pencegahan Covid dalam proses penyelenggaraan Pilkada yang ada di regulasi kita," ucap Ilham.
• Bantah Isu Dibantu Jokowi Maju Pilkada, Gibran: Apa yang Dimudahkan? Semua Proses Saya Lalui
Simak video selengkapnya mulai menit ke-13.45:
(TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "KPU Tak Tutup Mata dengan Usul Penundaan, tetapi Ingin Pilkada Tetap Dilanjutkan"