Ia mempertanyakan alasan KPU tidak bersikap menolak pilkada jadi dilaksanakan pada Desember mendatang.
Hendri lalu memberi jalan tengah dengan solusi pilkada dilakukan pada sebagian wilayah, sedangkan sebagian lainnya ditunda.
"Kalau saya ada yang tengah-tengah, lanjut sebagian," tutur Hendri.
Meskipun begitu, ia menilai sebagian besar masyarakat akan memilih pilkada ditunda.
Hal itu dibuktikan melalui survei yang dilakukan oleh Hendri.
"Tapi kalau kita bicara lanjut sebagian dan ditunda, kita bicara dari yang ditunda dulu. Kenapa harus ditunda, misalnya," ungkit dia.
"Survei lembaga Kedai Kopi, lembaga survei saya, baru saja me-launching, mengatakan bahwa sebetulnya 75 persen responden memilih kesehatan, 25 persennya ekonomi," papar pengamat politik ini.
Lihat videonya mulai dari awal:
KPU Akui Timbulkan Pilkada Bisa Timbulkan Kerumunan
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menanggapi saran mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait penundaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Desember mendatang.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (20/9/2020).
Diketahui sebelumnya Jusuf Kalla menilai sebaiknya pilkada serentak ditunda mengingat kondisi pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda Indonesia.
• Tanggapan Gibran Rakabuming soal Muncul Desakan Penundaan Pilkada 2020 karena Corona: Tidak Masalah
Ia turut mengkhawatirkan proses kampanye yang umumnya mengumpulkan massa dalam jumlah besar akan mempermudah penyebaran Virus Corona.
Menanggapi hal itu, Viryan mengaku sudah mengetahui saran JK.