Ia mengaku sangat mengenal dengan sosok Rinaldi yang diakui memang menjadi paman terdekatnya.
"Karena om Rinaldy ini anak pertama. Baik sekali kepada adik-adiknya dan keponakan," kata Aden.
"Kalau keponakan paling dekat dengan saya," imbuhnya.
Sebagai keponakan terdekat, ia mengaku sempat curiga dan khawatir dengan keberadaan Rinaldy yang disebut sudah putus komunikasi selama tiga hari.
Terlebih saat didatangi langsung oleh kakak Aden ke kamar apartemennya juga tidak menemukan Rinaldy.
"Ya kami mulai khawatir semenjak itu kok hp-nya tidak bisa dihubungi," ungkap Aden.
"Saya dapat kabar dari kakak saya di Jakarta. Om Rinaldy beberapa hari tidak kembali ke kamarnya, itu sejak kami sekeluarga putus komunikasi," imbuh Aden.
• Ahli Psikologi Forensik Duga Mutilasi di Kalibata City Bukan Kejahatan Pertama Pelaku: Ada Kefasihan
Mengaku Sangat Kehilangan
Ia mengaku sangat kaget mendengar bahwa Rinaldy sudah meninggal dengan kondisi yang mengenaskan.
Sebagai keponakan yang dekat dengan Rinaldy, Aden mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum.
Aden lantas mengenang momen bersama alhmarhum saat masih hidup.
Semenjak menetap di Jakarta,dDirinya mengaku tidak jarang bermain ke apartemen Rinaldy.
"Paling suka main game, dan nonton film," kata Aden.
"Selama ini ya saya sering main ke apartemennya. Hampir dua bulan sekali saya pasti ke sana. Paling suka om itu nonton film. Kami selalu voting untuk menentukan film yang ingin ditonton. Kebetulan ada adik-adiknya juga di sana," pungkasnya.
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
Artikel ini diolah dari TribunJogja.com dengan judul 'Mekanisme Pengantaran Jenazah Korban Pembunuhan, Kisah Sopir Pengantar Jenazah Rinaldi' dan 'Sebelum Menghilang, Rinaldy Sempat Pamit Ingin Meeting dan Paksa Orang Tuanya Umroh'