"Itu terjadi sekitar satu tahun dua bulan yang lalu, itu terjadi sebelum saya menjadi muslim," jelas Daud.
Suatu hari pada 27 Juni di sebuah klub dirinya bertemu dengan dua perempuan.
Di sana ia berkenalan dan saling bertukar nomor.
"Pada 27 Juni saya minum-minum sendirian di sebuah club di Hongdae dan saya bertemu dua perempuan di sana," lanjutnya.
Dirinya yang mabuk lantas meminta pertolongan seorang dari mereka untuk merawatnya.
Perempuan itu disebut bersedia menolongnya.
"Kita mengobrol dan saling bertukar pesan dan beberapa jam setelahnya saya mengirimkan pesan untuk bertemu satu di antara mereka."
"Karena saya sangat mabuk dan dalam kondisi yang tidak baik jadi dia ingin merawat saya," jelas Daud.
Di hotel tempat perempuan itu menginap, Daud sempat tertidur di sofa.
Namun, ketika terbangun ia tidak tahu mengapa wanita itu berteriak.
• Kondisi ODGJ yang Diperkosa di Depan Anak hingga Melahirkan di Nunukan, Disebut Sering Lepas Kendali
"Setelah kami berbincang-bincang, saya tidur di sofa. Lalu saya tidak sadarkan diri."
"Ketika terbangun seseorang menjerit dan berteriak pada saya dan saya terguling dari tangga," ungkap dia.
Lantaran tidak tahu apa yang terjadi dan panik akan teriakan wanita-wanita tersebut, Daud lalu kabur begitu saja.
"Mereka meneriaki saya dan berkata bahwa mereka akan melapor ke polisi, saya sangat panik jadi saya bergegas keluar dari tempat itu."
"Itulah yang saya ingat dan saya lakukan," kata dia.
Keesokan harinya, dirinya baru mendapat laporan dari polisi terkait kasus pelecehan seksual. (TribunWow.com/Mariah Gipty)