Viral Medsos

Sambil Menangis YouTuber Daud Kim Benarkan Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Alasan Dia Tak Dihukum

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

YouTuber asal Korea Selatan, Daud Kim membenarkan tuduhan soal percobaan pemerkosaan pada seorang wanita. Hal itu diungkapkan Daud Kim melalui channel YouTubenya Daud Kim pada Senin (24/8/2020).

TRIBUNWOW.COM - YouTuber asal Korea Selatan, Daud Kim membenarkan tuduhan soal percobaan pemerkosaan pada seorang wanita.

Hal itu diungkapkan Daud Kim melalui channel YouTubenya Daud Kim pada Senin (24/8/2020).

Daud Kim mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada tahun lalu.

YouTuber terkenal asal Korea Selatan, Daud Kim buka suara terkait tuduhan pelecehan seksual pada seorang perempuan Juni 2019 lalu. melalui channel YouTubenya Daud Kim pada Senin (24/8/2020). (Channel YouTube Daud Kim)

Viral YouTuber Daud Kim Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Ngaku Mabuk dan Tak Sadar yang Dilakukan

Ia menerangkan, dirinya dan korban telah sepakat untuk tidak melanjutkan kasus ini.

Mulanya Daud merasa dirinya tidak bersalah karena saat kejadian dirinya tengah mabuk.

Namun setelah mendengar cerita dirinya memperkosa, Daud yakin ada sesuatu kesalahan yang telah dilakukannya

Sehingga dirinya setuju untuk bertemu dengan perempuan itu pada 5 Juli 2019.

Bukti damai keduanya itu tertuang pada dokumen perjanjian.

"Saya meminta maaf dengan tulus dan dia menerima itu."

"Saya memiliki dokumen mengenai ini, dokumen perjanjian," jelas dia.

Dalam dokumen perjanjian itu korban setuju untuk tidak melanjutkan kasus tersebut.

Aksi Video Pencabulan Beredar di Media Sosial, Terbongkar Ayah Perkosa Anak Tiri yang Masih 12 Tahun

"Korban melaporkan kejadian pada tanggal 27 Juni 2019, sebagai peristiwa pelecehan seksual di kantor polisi Seoul Mapo, tetapi mencabut laporannya."

"Korban menyetujui itu dan korban tidak akan meminta pertanggung jawaban baik secara perdata maupun pidana."

"Korban telah menyatakan bahwa dia tidak ingin menghukumnya atas kasus tersebut," demikian isi surat perjanjian itu.

Dengan perjanjian tersebut itulah mengapa Daud tidak dihukum

"Dan itulah mengapa saya tidak didakwa atas tuntutan tersebut," katanya terlihat lesu.

Setelah kejadian itu, Daud juga membuat permintaan maafnya di Instagram @jaehan9192.

Perempuan itu juga mengetahui soal postingan tersebut.

"Setelah itu saya memposting permintaan maaf di Instagram ini juga kesepakatan kami."

"Saya telah membuat kesalahan tapi telah diselesaikan oleh kedua belah pihak, jadi demi kedua belah pihak mohon untuk tidak mengungkit situasi ini lagi," kata Daud.

Terinspirasi Keberanian Al Ghazali, Atta Halilintar Akui Pernah Alami Pelecehan Seksual: Diraba-raba

Namun karena takut akan kritikan yang muncul, Daud lalu menghapus postingan yang baru sebulan diterbitkan.

Kini ia merasa tindakan itu tidaklah sopan.

"Namun 1 bulan kemudian, saya menghapus positingan tersebut karena saya takut akan kritikan."

"Itu sangat tidak sopan. Saya benar-benar minta maaf atas hal ini," ungkapnya.

Daud yang menangis pada video itu lantas mengaku minta maaf pada perempuan tersebut.

"Saya dengan tulus meminta maaf kepada pihak dia yang terluka karena saya. Saya minta maaf," ucap dia.

Kronologi Menurut Daud

Daud menegaskan, hal itu terjadi ketika dirinya masih belum memeluk agama Islam.

Sedangkan akibat tuduhan itu, Daud sempat diolok bahwa dirinya hanya ingin mencari popularitas melalui konten-konten rohaninya.

"Saya berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya pada kalian tentang hal yang akan saya bicarakan."

"Itu terjadi sekitar satu tahun dua bulan yang lalu, itu terjadi sebelum saya menjadi muslim," jelas Daud.

Suatu hari pada 27 Juni di sebuah klub dirinya bertemu dengan dua perempuan.

Di sana ia berkenalan dan saling bertukar nomor.

"Pada 27 Juni saya minum-minum sendirian di sebuah club di Hongdae dan saya bertemu dua perempuan di sana," lanjutnya.

Dirinya yang mabuk lantas meminta pertolongan seorang dari mereka untuk merawatnya.

Perempuan itu disebut bersedia menolongnya.

"Kita mengobrol dan saling bertukar pesan dan beberapa jam setelahnya saya mengirimkan pesan untuk bertemu satu di antara mereka."

"Karena saya sangat mabuk dan dalam kondisi yang tidak baik jadi dia ingin merawat saya," jelas Daud.

Di hotel tempat perempuan itu menginap, Daud sempat tertidur di sofa.

Namun, ketika terbangun ia tidak tahu mengapa wanita itu berteriak.

• Kondisi ODGJ yang Diperkosa di Depan Anak hingga Melahirkan di Nunukan, Disebut Sering Lepas Kendali

"Setelah kami berbincang-bincang, saya tidur di sofa. Lalu saya tidak sadarkan diri."

"Ketika terbangun seseorang menjerit dan berteriak pada saya dan saya terguling dari tangga," ungkap dia.

Lantaran tidak tahu apa yang terjadi dan panik akan teriakan wanita-wanita tersebut, Daud lalu kabur begitu saja.

"Mereka meneriaki saya dan berkata bahwa mereka akan melapor ke polisi, saya sangat panik jadi saya bergegas keluar dari tempat itu."

"Itulah yang saya ingat dan saya lakukan," kata dia.

Keesokan harinya, dirinya baru mendapat laporan dari polisi terkait kasus pelecehan seksual. (TribunWow.com/Mariah Gipty)