Polisi kemudian menerjunkan sejumlah anggota untuk menertibkan kerusuhan.
"Dari upaya yang dilakukan anggota Polsek, dilakukan pembubaran, dan akhirnya dilakukan penyisiran terhadap anak muda yang melakukan tawuran tersebut," terang Ibrahim.
Setelah berhasil menertibkan massa, polisi mengamankan tiga orang anak yang tampak masih di bawah umur.
"Akhirnya diamankan tiga orang anak ini yang umurnya masih belasan, kemudian dibawa oleh anggota ke Polsek," kata Ibrahim.
Ia menjelaskan saat itu MF mencoba melarikan diri dari cengkeraman petugas.
Akibatnya petugas berusaha menangkapnya kembali.
"Namun pada saat diamankan salah satu anak ini mencoba berontak dan melepaskan diri," paparnya.
"Pada saat melepaskan diri itu, spontan petugas yang membawanya berusaha menangkap kembali dengan mengayunkan tangannya," lanjut Ibrahim.
Saat itu terjadi pukulan yang disebut Ibrahim sebagai tindakan tidak disengaja.
"Pada saat mengayunkan tangan, akhirnya terbentur ke area sekitar matanya. Akhirnya ada sisa lebam di situ," tuturnya.
Sebelumnya ia juga menanggapi kasus yang menjadi viral setelah diunggah warganet tersebut.
Ibrahim mengaku merasa miris melihat tanggapan warganet terhadap kasus MF.
"Dengan adanya postingan di medsos (media sosial) itu, kita juga agak miris melihat tulisannya. Saya rasa di zaman sekarang enggak ada polisi yang sampai berbuat keras seperti yang ditulis di postingan itu," komentarnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban berkata lain.
Lihat videonya mulai menit 4:20:
(TribunWow.com/Anung/Brigitta Winasis)
Artikel ini diolah dari tribun-timur.com dengan judul Ramai di Facebook, Bocah di Makassar Babak Belur Dipukuli Ternyata Polisi Salah Tangkap dan Kompas.com dengan judul "Kronologi Pelajar Babak Belur Dianiaya Polisi, Diduga Jadi Korban Salah Tangkap"