Terkini Daerah

Oknum Wartawan Ikut Jadi Otak Pembunuhan Bos di Kelapa Gading, Sempat Latih Eksekutor untuk Menembak

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana sudjana didampingi Dirreskrimum polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menggelar jumpa pers pengungkapan kasus pembunugan berencana bos perusahaan ekspedisi pelayaran Sugianto di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).

Rencana Pertama

Awalnya, R berencana membunuh Sugianto di dalam mobil.

R berpura-pura menjadi petugas pajak yang ingin bertemu dengan Sugianto pada 10 Agustus 2020.

Lantaran, korban tidak mau diajak masuk ke dalam mobil maka rencana itu gagal.

"Yang bersangkutan (R) berpura- pura sebagai petugas pajak dari Kanwil Jakarta Utara. Dibawa ke mobil dan di mobil dieksekusi. Tapi korban tidak mau sehingga rencana tersebut gagal," jelas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana pada Selasa (25/8/2020).

Akibatnya, mereka harus berpikir untuk membuat rencana yang kedua.

Mereka berinisiatif membunuh Sugianto dengan senjata api.

• Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Ayah Pelaku Pembunuhan Bos di Kelapa Gading, Punya Banyak Murid

Modal bagi Eksekutor

Lantaran mereka membutuhkan eksekutor untuk menembak Sugianto, NL dan M lalu memanggil DM.

DM merupakan tersangka yang didatangkan dari Bangka.

Awalnya DM tidak mau dengan tawaran NL tersebut.

Karena DM merupakan mantan murid orang tua NL dan memiliki hubungan dekat maka ia akhirnya menyanggupi permintaan tersebut.

DM kemudian datang ke Jakarta pada 12 Agustus 2020.

Di Jakarta, M meminta agar DM membeli sebuah motor dan jaket ojek online.

Dua benda itu bisa digunakan saat mengeksekusi Sugianto.

Halaman
1234