"Tapi juga ada orang-orang yang suka main intrik, ada Pak Edhy Suwasono, ada Bang Said, ada Bang Ichsanuddin Noorsy, Rocky Gerang," terangnya.
"Rocky Gerang itu kan orang yang menggunakan diksi-diksi filsafat yang sekadar untuk pembenaran kepentingannya," jelas Aria Bima.
"Dulu Rocky ini adalah guru-guru filsafat kita, anak-anak muda politik."
Lebih lanjut, terlepas dari itu, Aria Bima mengaku tidak akan berpikiran negatif terhadap munculnya KAMI.
Baginya jika memang tujuannya adalah memberikan kritik maka dengan senang hati bisa menjadi bahan evaluasi.
"Saya positif thinking bahwa sistem demokrasi kritik Pak Said Didu sebagai cermin kita yang di DPR," katanya.
"Benar juga ada sesuatu yang mungkin kita kurang maksimal, tetapi jangan sampai kemudian you vonis kita seolah-olah kita ini hanya sekadar saluran bertindak pemerintah," tutup Aria Bima.
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)