"Sebenarnya elit daerah lokal itu juga ada yang sudah melamar mendekati PKS, tapi PKS tidak bisa apa-apa juga," pungkasnya.
• Tolak Tawaran Rp 1 M Gabung Koalisi Penantang, PSI Singgung Visi Misi Gibran: Sejarah Sudah Mencatat
Simak videonya mulai menit ke- 16.34
Merasa Dilematis, Refly Harun: Jangan Sampai di Solo Ada Calon Boneka
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan pandangannya terkait dinamika politik di Kota Solo jelang Pilkada Serentak 2020.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube Refly Harun, Senin (10/8/2020), dirinya mengaku merasa dilematis dengan Pilkada Solo 2020.
Seperti yang diketahui sejauh ini di Pilkada Solo 2020 baru ada pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang sudah dipastikan maju.
Selain itu di satu sisi bakal pasangan calon (bapaslon) Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) masih berjuang dari jalur independen atau non partai.
Sedangkan dari partai atau koalisi partai lain yakni PKS yang menyatakan tidak akan mendukung Gibran juga kesulitan untuk mengusung calon di Pilkada Solo 2020, tidak lain karena belum memenuhi syarat.
Karena memang harus memiliki syarat minimal 9 kursi di DPRD Kota Solo.
Dengan begitu maka ada kemungkinan hanya akan ada satu pasangan calon dan harus melawan kotak kosong di Pilkada Solo 2020.
• Muncul Gerakan Kotak Kosong Lawan Gibran, Refly Harun: Capek-capek Buat Pilkada Langsung, Aneh
Oleh karenanya, Refly Harun menegaskan tidak ingin jika nantinya justru muncul calon boneka.
Dikatakannya, calon boneka ini dimunculkan dengan tujuan untuk menjaga peluang Gibran menang di Pilkada Solo 2020.
Dirinya berpandangan bahwa pasangan boneka itu sengaja diciptakan supaya nantinya masyarakat tidak berpikir dua kali untuk tidak memilih Gibran.
Karena pilihannya jika tidak memilih Gibran, maka yang akan memenangkan Pilkada Solo 2020 justru calon boneka yang notebene adalah pasangan yang lemah.