Pilkada Serentak 2020

PKS Siap Ajak Achmad Purnomo Lawan Gibran di Pilkada Solo, Sebut Ada Celah hingga Simbol Terzalimi

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gibran Rakabuming Raka (Kiri) dan Achmad Purnomo (Kanan).

TRIBUNWOW.COM - Pilkada Solo 2020 menjadi sorotan, lantaran putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengalahkan Achmad Purnomo dari rekomendasi PDIP.

Majunya Gibran sebagai calon wali kota Solo disebut-sebut sebagai wujud pelanggengan dinasti politik.

Hal tersebut membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak memberikan dukungan, dan berupaya mencari lawan untuk berhadapan dengan Gibran.

Bantah Diminta Mundur dari Pilkada karena Dinasti Politik, Ipar Jokowi Singgung Gibran dan Bobby

Satu di antara sosok yang diincar oleh PKS adalah Achmad Purnomo.

Ketua Bappilu DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto, menilai sosok Achmad Purnomo sebagai simbol perlawanan.

Hal ini, kata Sugeng, mengingat Achmad Purnomo gagal maju Pilkada Solo 2020 karena gagal mendapat rekomendasi PDIP.

Seperti diketahui, PDIP mengumumkan nama Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa sebagai pasangan yang mereka usung dalam Pilkada Solo 2020.

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto saat menjadi pembicara dalam diskusi Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) bertema 'Solo Mencari Wali Kota' di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo 335a, Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (19/9/2019). (TribunSolo.com/Adi Surya)

"Saya kira simbol perlawanan atau simbol 'yang terzalimi' adalah sosok Pak Purnomo dan saya kira publik akan sangat mudah memahami Pak Purnomo menyatakan siap maju," terang Sugeng, Selasa (28/7/2020), dikutip Tribunnews dari TribunSolo.

 

"Saya meyakini memberikan empati dalam bentuk dukungan suara kita paham, saya kira filosofi masyarakat Indonesia dan Jawa khususnya memahami bab rasa."

"Rasa yang dirasakan Pak Purnomo, digadang-gadang, dijanjikan dan seterusnya tapi di detik akhir meleset semua," sambung dia.

Sugeng Riyanto mengatakan jika ada koalisi partai non-PDIP pada Pilkada Solo 2020, maka hal itu akan luar biasa.

Ia pun meyakini bisa mengalahkan dinasti politik di Kota Solo.

"Kita meyakini bisa mengalahkan politik dinasti di Kota Solo," pungkasnya.

Hingga saat ini, Sugeng mengungkapkan pihaknya masih menjalin komunikasi dengan Achmad Purnomo.

Meski begitu, kepastian Purnomo akan bergabung atau tidak, masih abu-abu.

Halaman
1234