TRIBUNWOW.COM - Pasca kemundurannya dari pencalonan Bupati Gunungkidul, Wahyu Purwanto yang merupakan adik ipar dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membantah keputusannya itu dikaitkan dengan isu dinasti politik.
Sebelumnya Presiden Jokowi telah menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan memintanya untuk tidak merekomendasikan Wahyu dalam Pilkada Gunungkidul, Yogyakarta mendatang.
Wahyu mengatakan dirinya akan mengikuti anjuran dari Jokowi dan Surya Paloh yang ia anggap lebih senior dari dirinya.
• Bantah Tudingan Dinasti Politik, Gibran: Saya Juga Bingung kalau Orang Bertanya seperti Itu
Dikutip dari YouTube Kompastv, Senin (27/7/2020), Wahyu mengatakan dirinya kini akan fokus untuk bergerak di bidang sosial sesuai anjuran dari RI 1 sekaligus kakak iparnya itu.
"Barangkali Pak Jokowi, Pak Surya Paloh memang melihat potensi saya yang tidak di politik," kata Wahyu.
"Ibaratnya Beliau berdua ini kan sudah di dimensi yang lebih tinggi dibanding dimensi saya."
"Saya tidak bisa melihat sesuatu yang jauh di luar saya, Beliau berdua bisa melihat," lanjutnya.
Wahyu mengatakan dirinya akan patuh untuk keluar dari kontestasi Pilkada mendatang, sebagaimana permintaan yang diajukan oleh Jokowi.
"Oleh sebab itu saya mematuhi arahan Beliau berdua sebagai tokoh yang sudah lebih senior, lebih berpengalaman," ujar dia.
• Soal Gibran, Refly Harun Sebut Tak Permasalahkan Dinasti Politik: Kecuali Dibuat dengan Cara Curang
Bantah Isu Dinasti Politik
Wahyu melanjutkan, dirinya membantah keputusannya untuk mundur dari Pilkada mendatang ada kaitannya dengan dinasti politik.
"Bukan karena terkait dengan dinasti politik dan sebagainya, tidak," terangnya.
"Saya yakin Pak Jokowi seorang demokratis sejati, mengapresiasi hak warganya yang ingin berpatisipasi di bidang politik."
Wahyu lalu menyinggung soal langkah putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Jokowi Bobby Nasution yang dibebaskan untuk terjun mengikuti Pilkada 2020.
"Oleh sebab itu Beliau juga memberikan kebebasan kepada putranya, mantunya, dan sebagainya," pungkasnya.