"Repotnya, penjelasan menterinya membenarkan itu," kata politisi PDIP ini.
Adian menyarankan ada cara yang lebih baik untuk menjelaskan keputusan tersebut.
"Harusnya dalam kepala saya menteri bilang begini, 'Ini ditempatkan sesuai penugasan dari Kapolri atas permintaan kami, tapi untuk melakukan pengawasan di internal BUMN agar terjadi disiplin yang tinggi'," paparnya.
Ia lalu menyindir Arya Sinulingga sebagai Staf Khusus BUMN.
"Jawaban menteri tidak begitu. Mungkin usul Arya kali, ya?" kata Adian.
Mendengar ucapan Adian, Arya hanya tertawa.
Adian menilai sikap Erick Thohir seperti membenarkan adanya dwifungsi TNI dan Polri.
"Tapi menurut saya, jawaban menteri itu membenarkan dugaan orang kembalinya dwifungsi ABRI," tandasnya.
• Adian Napitupulu Beberkan Utang BUMN Rp 5 Ribu Triliun, Arya Sinulingga: Jauh Nih dari Kenyataan
Lihat videonya mulai dari awal:
Komisi VI Sebut Erick Thohir Terlalu Banyak Direcoki
Anggota Komisi VI DPR RI, Mukhtarudin menilai kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu banyak dicampuri.
Hal itu disampaikan Mukhtarudin untuk menanggapi politisi Adian Napitupulu yang menulis surat terbuka tentang kritik terhadap pemilihan jajaran direksi oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Politisi PDIP itu juga menyoroti penggunaan dala talangan yang dikucurkan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada BUMN.
• Imbau Pejabat Tak Bandel hingga Berani Korupsi terutama Dana Corona, Jokowi: Silakan Digigit Keras
Dilansir TribunWow.com, Mukhtarudin menanggapi hal tersebut dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Senin (15/6/2020).
Awalnya, ia meminta agar jangan terlalu banyak pihak yang ikut campur dalam keputusan Erick Thohir.