"Jangan sampai ini menjadi isu yang diplintir, kenapa karena sejak awal enggak segera diselesaikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Riant mengatakan bahwa hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Direktur Utama PLN.
Menurutnya dalam menjalankan tugasnya di BUMN tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara yang koorporatif, namun bisa lebih inovatif.
"Ini yang menurut saya tantangan bagi Dirut PLN yang baru bahwa ngurus BUMN itu tidak cukup dengan cara-cara korporatif," pungkasnya.
• Arya Sinulingga Jelaskan Alasan Tarif Listrik Melonjak: Tarif PLN Tetap, yang Naik Mungkin Tagihan
Simak videonya mulai menit ke- 11.33:
Arya Sinulingga Sebut Polemik Tarif Listrik Ada Tendensi Politik
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan tanggapan terkait adanya kontroversi kenaikan tarif listrik dari sejumlah pelanggan PLN.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube KompasTV, Kamis (11/6/2020), Arya Sinulingga menilai hal itu tidak terlepas dengan adanya tendensi politik.
Dirinya menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PLN.
Menurutnya, ketika ada kenaikan tagihan listrik itu kemungkinan disebabkan karena penggunaan yang meningkat.
Dirinya kemudian mengingatkan bahwa pada tiga bulan terkahir selama pandemi Virus Corona, banyak masyarakat yang berada di rumah.
Alhasil penggunaan listrik menjadi lebih banyak.
• Fakta Baru Tagihan Listrik Melonjak Capai Rp 20 Juta, Tetap Harus Bayar hingga Alasan PLN
Arya Sinulingga juga menyadari tidak mungkin pihak PLN tega menambah beban masyarakat yang kondisi perekonomiannya sedang memburuk.
"Kami pun tidak mungkin sangat tidak mungkin kita membebani publik dengan kondisi yang ada saat ini," ujar Arya.