Terkini Nasional

Diperingatkan Fadjroel Rachman seusai Debat, Rocky Gerung: Anda Terangkan Itu pada Presiden

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat Politik, Rocky Gerung berdebat dengan juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman tentang isu demokrasi dalam acara Rosi yang tayang di KompasTV, Kamis (11/6/2020).

"Tapi saya dengan Prabowo berbeda motifnya. Saya ingin membatalkan kedunguan Istana, Prabowo ingin mengambil kekuasaan," urai Rocky.

Pengamat Politik, Rocky Gerung berdebat dengan juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman dalam acara Rosi yang tayang di KompasTV, Kamis (11/6/2020). Fadjroel meminta Rocky menjawab siapa sosok buzzer pemerintah. (YouTube Kompastv)

Siapa Buzzer Pemerintah?

Fadjroel lalu meminta agar Rocky tidak menduga-duga siapa sosok buzzer.

"Saya enggak menduga, saya menuduh," sindir Rocky kepada Fadjroel.

Menjawab sindiran Rocky, Fadjroel lalu meminta agar Rocky melaporkan tuduhannya kepada aparat.

"Kalau begitu Anda laporkan Rocky, Anda laporkan saja apabila itu ternyata merusak demokrasi," kata Fadjroel.

Rocky lalu memberi contoh tindakan negatif yang dilakukan oleh para buzzer.

"Mem-bully orang dan mengorek privasi orang," ungkapnya.

"Siapa itu?" tanya Fadjroel.

Tak menjawab pertanyaan Fadjroel, Rocky kembali menyindir Fadjroel.

"Bagaimana Anda juru bicara tidak tahu," ledek Rocky.

"Saya enggak tahu, saya tidak mau menuduh orang," ujar Fadjroel.

Rocky kemudian menawarkan untuk membuka nama buzzer di acara talkshow tersebut.

"Mau saya sebut namanya?" kata Rocky.

Fadjroel langsung merespons dan meminta Rocky bisa frontal siapa sosok buzzer yang dimaksud lawan debatnya itu.

"Sebutkan saja, sebut saja namanya Rocky," tantang Fadjroel.

"Sebut saja."

Mendengar tantangan dari Fadjroel, Rocky tetap tidak mengungkap siapa sosok buzzer yang dimaksud.

"Saya menyebut kepada Anda yang juru bicara, Anda baca koran enggak?" sindir Rocky kepada Fadjroel.

"Saya tidak akan bicara tanpa fakta, tanpa data, dengan tuduhan itu yang merusak demokrasi," timpal Fadjroel (TribunWow.com/Anung)