Fadjroel lalu kembali mengingatkan Rocky agar lebih berhati-hati.
"Di dalam prinsip ini kita sahabat, kita bersama-sama memperbaiki demokrasi," ucap Fadjroel.
"Tetapi saya cuma mengingatkan hati-hati Rocky karena kita gampang sekali tergelincir menjadi fitnah."
Merespons peringatan Fadjroel, Rocky justru meminta lawan debatnya itu memperingatkan Presiden Jokowi.
"Anda terangkan itu pada presiden, itu hati-hati Pak Jokowi kalau Anda enggak paham demokrasi Anda bisa tergelincir," kata dia.
Fadjroel kemudian memberikan pernyataan penutup bahwa demokrasi di Indonesia akan terus lebih baik ke depannya.
"Beliau menyampaikan kepada saya agar saya menyampaikan kepada Rocky dan kepada publik bahwa Presiden Joko Widodo adalah champion (pemenang) demokrasi di Indonesia ," paparnya.
"Dan kita berharap masa depan demokrasi di Indonesia akan terus baik dan akan lebih baik lagi," sambung Fadjroel.
Masih tak sepakat dengan Fadjroel, Rocky mengatakan berdasarkan data dari survei tertentu, demokrasi di Indonesia pada era kepemimpinan Jokowi justru memburuk.
"Dan itu barusan dibatalkan oleh survei bahwa selama periode Jokowi, demokrasi memburuk," ucap Rocky sembari tertawa.
• Jelaskan Alasan Jokowi Wajibkan Tapera saat Corona, Fadjroel Rachman: Sebenarnya Tak Ada Bebannya
Simak tayangan selengkapnya dari menit ke-1.34.15:
Rocky dan Fadjroel Debat soal Buzzer
Pada segmen sebelumnya perdebatan terjadi antara Rocky dan Fadjroel mengenai isu buzzer pemerintah.
Pertama Rocky menegaskan bahwa buzzer itu ada.
"Perlu buzzer itu dibubarin sama kakak pembina," kata Rocky.