TRIBUNWOW.COM - Ekonom Rizal Ramli batal menghadiri acara debat yang di selenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Dalam acara tersebut, Rizal Ramli rencananya akan beradu argumen melawan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun karena keputusan sepihak dari kementerian bersangkutan, acara yang sedianya dilaksanakan pada hari ini, Kamis (11/6/2020), diundur menjadi Rabu (24/6/2020).
• Tanggapi Nyinyiran soal Investasi China di Indonesia, Luhut: Suka Tidak Suka Tiongkok Kekuatan Dunia
Oleh karenanya, Rizal Ramli menolak untuk datang karena merasa tidak diajak berunding terkait perpindahan jadwal tersebut.
Dilansir Kompas.com, Kamis (11/5/2020), Rizal Ramli menyatakan tidak akan menghadiri acara debat yang akan digelar menjelang akhir bulan.
Acara debat tersebut rencananya akan membahas mengenai utang negara yang dikatakan melonjak saat pandemi Covid-19.
Rizal Ramli sebagai ekonom, kerap tampil memberikan kritik pada kinerja pemerintah terkait pengelolaan keuangan negara.
Namun Luhut yang mengatakan utang negara tersebut masih produktif, mengaku memiliki bukti-bukti terkait.
Ia lalu menantang para pengkritik utang negara untuk berdebat sambil menunjukkan bukti-bukti dan data.
Sempat menyanggupi, Rizal Ramli urung datang pada acara debat yang juga akan menghadirkan jajaran tim keuangan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Saat ditanya perihal kehadirannya dalam acara debat yang telah berubah jadwal tersebut, Rizal Ramli tegas mengatakan tak akan datang.
Pasalnya, ia merasa perubahan jadwal tersebut merupakan keputusan sepihak tanpa ada persetujuan dari pihaknya.
"Ya enggaklah. Itu mah ngawur, (keputusan) sepihak," ujar Rizal Ramli, Kamis (11/6/2020).
Meski demikian, Rizal Ramli telah menunjuk jejaring aktivis Pro Demokrasi (ProDem) untuk mewakili dirinya.
"Mas Adhie Massardi (perwakilan Rizal Ramli) nanti yang menjadi koordinator dengan jadwal, syarat debat, pool TV dan streaming," terangnya.
• Rizal Ramli Sebut Tak Susah Pimpin Negara, Ungkit Keberhasilannya Jadi Menteri Ekonomi Era Gus Dur