Viral Medsos

Viral Pasien Tumor Disebut Covid-19, Keluarga Curiga RS Jual Organ Jenazah: Ini Mayat Bukan Kucing

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video keluarga pasien (baju merah) menuntut kejelasan dari pihak RS (wanita baju biru) soal jenazah pasien tumor yang diduga sudah dikubur dengan klaim Covid-19 tanpa pemberitahuan kepada pihak keluarga, diunggah pada Sabtu (6/6/2020).

TRIBUNWOW.COM - Beredar sebuah video yang merekam saat keluarga pasien marah menuntut kejelasan dari sebuah rumah sakit di Medan.

Dari percakapan yang terekam di video tersebut, keluarga pasien mengaku bahwa pasien meninggal karena penyakit tumor, namun rumah sakit mengklaim jenazah tersebut terkena Virus Corona (Covid-19).

Pada video yang diunggah, Sabtu (6/6/2020) itu, pihak rumah sakit tidak bisa menjawab dimana keberadaan jenazah pasien.

Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Proses pemakaman korban positif Covid-19 maupun yang masih berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) harus mengikuti protokol kesehatan, yakni antara lain petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), jenazah segera dikuburkan, dan keluarga yang hadir dibatasi seminimal mungkin. Terbaru, ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. (AFP/Bay Ismoyo)

 

Oknum Ambil Paksa Jenazah PDP Corona Bisa Terancam Hukuman Seumur Hidup: Membahayakan Orang Lain

Ungkap Kronologi Pengambilan Paksa Jenazah di RS, Gugus Tugas: Pukul Mobil Ambulans, Dorong Petugas

Dikutip dari YouTube TribunMedanTV, Minggu (7/6/2020), total terdapat empat orang pada video itu yang diduga keluarga pasien meminta penjelasan dari pihak RS.

Keempat pria itu menanyakan pada seorang wanita yang bekerja di rumah sakit tersebut.

Awalnya satu dari tiga pria yang datang meminta kejelasan dimana posisi jenazah pasien saat ini.

"Mamaknya lho meninggal. Kalian kubur tapi kami enggak tahu dimana bangkainya. Entah sudah habisnya semua. Kalau itu di posisi ibu bagaimana," kata salah seorang pria dalam video tersebut.

"Hati nurani yang bicara ibu, kami tidak mau ogah-ogah kemari. Kami bukan mau apa segala macam. Tapi kalau orang rumah sakit melaksanakan seperti ini, kami juga siap," sambungnya.

Dicecar pertanyaan tersebut, wanita berbaju biru itu diam tak menggubris pertanyaan mereka.

Kemudian satu dari pria tersebut meminta wanita itu untuk memanggil penanggung jawab rumah sakit guna keperluan autopsi.

"Kalian kubur keluarga orang enggak tahu. Cemana kalau kamu kayak gitu. Terima enggak. Jangan main-main kalian. Enggak bisa dijawab. Tolong buk panggil penanggung jawab besok akan kami autopsi," ucap pria itu kepada wanita yang mengenakan masker hijau.

Mereka curiga pihak rumah sakit secara diam-diam telah menjual organ milik pasien.

"Jangan-jangan sudah enggak ada lagi semua organnya itu. Sudah dijual atau segala macam kita enggak tahu lho. Masa karena sekarang Covid di bayar pemerintah lho. Jangan sampai ini masuk di publikasi. Kami masukan semua media koran akan kami naikkan, gawat kalian" katanya.

Mendengar tudingan tersebut, wanita itu tetap terdiam tak menjawab apapun.

Kemudian seorang pria yang disebut 2 pria lainnya sebagai anggota TNI menjelaskan bahwa ibunya hanya mengalami tumor bukan Covid-19.

Halaman
12