Virus Corona

Kasus Corona Jatim Capai 4.922, Pakar Epidemiologi Sebut Bukan Kondisi Nyata: Jauh Lebih Banyak

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Mobil Ambulans milik RSUD dr Haulussy Ambon memilih parkir di ruang parkir RSUP dr J Leimena setelah membawa pasien Covid-19 ke rumah sakit tersebut, Rabu (27/5/2020). Mobil ambulans ini sendiri sempat tersesat dan diamuk warga di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk AMbon

"Jadi positivity rate-nya akan menentukan. Itu salah satu indikator," lanjut dia.

Atik menambahkan ada indikator kurva epidemik yang belum digarap pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Indikator yang lain dari penemuan tadi, ini yang belum banyak bisa digambarkan dengan baik itu adalah kurva epidemik," sambungnya.

Ia mengungkapkan alasan pentingnya melihat kurva epidemik.

"Karena waktu munculnya gejala pertama kali itu sering tidak diperoleh. Ini dapat terjadi karena tracing yang dilakukan terhadap kasus-kasus tidak berjalan secara optimal," jelas Atik.

Berdasarkan kondisi tersebut, Atik menilai saat ini belum siap untuk masuk ke fase new normal.

New normal disebut sebagai cara hidup baru setelah adanya pandemi Virus Corona.

Jatim Terancam Jadi Episentrum Baru, Prof Nidom: Bisa karena Pengujian Lebih Banyak dari Daerah Lain

Lihat videonya mulai menit 5:00

Muncul Klaster Baru Jatim

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan adanya klaster baru penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayahnya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam acara Kabar Siang di TvOne, Senin (1/6/2020).

Seperti diketahui, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah kedua terbanyak yang memiliki kasus positif Covid-19 dengan jumlah total 4.922 pasien per Senin (1/6/2020) malam.

• Gaduh Rebutan Mobil PCR antara Risma dan Pemprov Jatim, PDIP Minta Khofifah Lebih Bijak

Khofifah mengungkapkan ada kemungkinan klaster baru dengan ditemukannya 31 kasus positif di Situbondo.

Halaman
123