Virus Corona

Jokowi Minta Tetap Produktif, Pandu Riono Sindir New Normal Hanya Pentingkan Ekonomi: Bisa Nunggu

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya rasa kegotongroyongan di tengah pandemi Virus Corona.

Pakar epidemiologi tersebut menambahkan pelaku kegiatan ekonomi sendiri adalah masyarakat.

"Kalau masyarakatnya sakit, siapa yang mau beli? Kalau masyarakatnya sakit, siapa yang mau kerja?" tanya Riono.

"Kalau indikator kesehatannya sudah terpenuhi, baru itu saat yang tepat," tambahnya.

Ia mendorong agar new normal ditunda sampai pertumbuhan kasus baru benar-benar dapat dikendalikan.

"Boleh saja direncanakan, tetapi implementasinya tunggu dulu sampai indikator kesehatannya terpenuhi," kata Pandu Riono.

Sebelumnya setelah meninjau persiapan new normal di Summarecon Mall, Bekasi, Jokowi meminta masyarakat tetap dapat produktif di tengah pandemi.

"Kita ingin tetap produktif, tapi aman Covid," kata Joko Widodo, Selasa (26/5/2020).

"Ini yang kita inginkan," tambahnya.

Banyak Kebijakan soal Corona, Pandu Riono Sindir Pemerintah Main Teater Bingung: Ngomong A, Besok B

Lihat videonya mulai menit 2:00

Ade Armando Sebut Rakyat Belum Dijelaskan soal New Normal

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai masyarakat belum mendapat informasi menyeluruh tentang new normal yang akan diberlakukan.

New normal diketahui sebagai cara hidup baru setelah adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

Namun kebijakan tersebut menuai sorotan karena angka pertumbuhan kasus baru Covid-19 di Indonesia masih tinggi. 

• Ditanya Seandainya Jokowi Buat Skripsi Komunikasi saat Corona, Guru Besar UI Terkekeh: Nilainya C

Dilansir TribunWow.com, Ade Armando berkomentar bagaimana seharusnya pemerintah membentuk sikap sebelum dimulainya new normal.

Halaman
123