Terkini Nasional

Anggap Tak Ada Makar, Ngabalin Turut Komentari Teror terhadap Dosen UII: Pak Presiden Punya Komitmen

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dalam tayangan YouTube tvOneNews, Sabtu (30/5/2020). Ali Mochtar Ngabalin turut angkat bicara soal teror yang dialami dosen Universitas Islam Indonesia (UII).

"Dengan menyerahkan sepenuhnya pada kampus sebagai tempat di mana orang bisa mengekspresi ilmu pengetahuan dengan materi apapun," sambungnya.

Meskipun begitu, ia mengimbau semua kampus untuk melaksanakan kegiatan akademis seusai dengan kaidah.

Ngabalin menegaskan, ancaman dan teror yang diterima dosen UII itu bukanlah tindakan yang seharusnya dilakukan.

"Karena itulah maka semua kegiatan akademik di kampus harus sesuai kaidah akademik juga."

"Itu sebabnya kenapa kami juga ingin mengatakan bahwa semua bentuk ancaman, intimidasi di kampus dan kepada dosen itu adalah satu perlakuan yang harus kita sama-sama menolak," tukasnya.

Simak video berikut ini menit ke-1.45:

Kritik Refly Harun

Di sisi lain, sebelumnya Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar angkat bicara soal kabar batalnya seminar bertajuk pemakzulan presiden di masa pandemi Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Zainal Arifin Mochtar menanggap pembatalan seminar tersebut menjadi wujud tak diizinkannya warga berbeda pendapat dengan pemerintah.

Ia bahkan menyinggung soal pihak yang sengaja menghalangi publik mengkritik pemerintah.

Hal itu disampaikan Zainal Arifin dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (31/5/2020).

Kecewa soal Rangkap Jabatan Wamen, Refly Harun Puji Susi-Erick Thohir: Mereka Rela Hilang Kesempatan

Pada kesempatan itu, sebelumnya Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meminta pendapat Zainal soal kebebasan berpendapat di era sekarang.

Menurut Refly, pembicaraan soal kebebasan seharusnya bahkan sudah selesai diperdebatkan sejak era reformasi.

Karena itu, Refly menganggap situasi yang kini terjadi begitu horor.

"Di republik ini Bung merasa enggak sesungguhnya kok sepertinya kita masih berkutat soal-soal yang sifatnya harusnya kita sudah selesai sejak reformasi," kata Refly.

Halaman
123