TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin turut angkat bicara soal teror yang dialami dosen Universitas Islam Indonesia (UII).
Dilansir TribunWow.com, teror tersebut berkaitan dengan seminar mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang membahas soal pemecatan presiden seiring dengan kegagalan menangani Virus Corona.
Meskipun akhirnya batal diselenggarakan, seminar itu kini menjadi sorotan banyak pihak.
Terkait hal itu, Ali Ngabalin bahkan turut mengecam aksi teror yang dilayangkan oleh oknum tak dikenal itu.
• Seminar Pemecatan Presiden Dibatalkan, Zainal Arifin Ungkap Kecurigaan: Bisa Jadi Ada yang Tunggangi
• Curhat pada Nagita Slavina soal Sikap Baim Wong, Paula Verhoeven: Tapi Kita Jadi Enggak Percaya Diri
Pria yang kerap disapa Ngabalin tersebut juga membantah bahwa pihaknya yang menyebut aktivitas kampus itu sebagai tindakan makar.
"Yang pasti bahwa ungkapan makar itu tidak datang dari siapa-siapa," ucap Ngabalin dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (30/5/2020).
"Tapi tentu kita tahu bahwa pelaksanaan kegiatan baik di kampus sendiri punya dua paham yang berbeda ya."
Ngabalin mengatakan, kampus memiliki hak untuk menyelenggarakan kegiatan akademik.
Karena itu, ia menyebut tak ada satupun pihak yang berhak menghalangi kampus melaksanakan seminar, sekalipun membahas soal pemecatan presiden.
"Jadi saya tidak mau masuk dalam wilayah itu, yang pasti dalam hal kegiatan di kampus itu kita harus memberikan penghormatan," kata Ngabalin.
"Materinya yang dibahas itu pun adalah mimbar kampus, kegiatan kampus tidak boleh seorangpun bisa menghalangi."
Melanjutkan penjelasannya, ia lantas menyinggung periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
• Jokowi Minta Penerapan New Normal di Sekolah Tak Grasa-grusu, Muhadjir: Resikonya Terlalu Besar
Menurut Ngabalin, sejak periode pertama pemerintahan, Jokowi memiliki komitmen untuk tak menghalangi kegiatan akademis di kampus.
"Sejak awal saya ingat periode pertama Bapak Presiden punya komitmen itu," ujar Ngabalin.
"Dan waktu Kapolrinya Pak Tito pernyataan itu pernah keluar, bahwa kita sudah punya satu pegangan yang sama dalam hal kegiatan kampus itu adalah wilayah di mana orang mengkaji masalah-masalah pendidikan, intelektual, knowledge."