Virus Corona

Blak-blakan soal Gelombang Dua Corona, Pakar Kesehatan Akui Tak Siap: Tenaga Medis juga Jadi Korban

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FK UI Ari Fahrial Syam menjelaskan perbedaan herd immunity dengan new normal, Kamis (28/5/2020).

TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam membahas potensi gelombang dua kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan menyusul wacana new normal yang akan segera digulirkan.

New normal disebut sebagai cara hidup baru seusai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan segera berakhir di beberapa daerah.

Perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. (Dok. pribadi Bima (perawat Covid-19 wisma atlet) via Kompas.com)

Tak Mudik dan Rayakan Lebaran di RS, Perawat Corona Minta Maaf ke Suami: 1 Bulan Tidak Bertemu

Dilansir TribunWow.com, Ari Fahrial mengkhawatirkan adanya potensi gelombang dua lonjakan kasus baru setelah PSBB dilonggarkan.

"Ketika bicara apakah tenaga medis siap atau tidak, kita bicara soal siap tergantung dari jumlah pasien," kata Ari Fahrial Syam, dalam tayangan Kompas TV, Kamis (28/5/2020).

Ia memberi contoh pada awal mula kasus mulai muncul di Indonesia jumlahnya langsung melonjak.

"Terus terang kita belajar dari pengalaman di awal kasus ini mengalami peningkatan yang luar biasa," ungkapnya.

Ari menyebutkan sejak awal persiapan fasilitas dan tenaga kesehatan memang belum baik.

"Kita kewalahan, kenapa? Karena tidak disiapkan dengan baik awalnya," jelasnya.

"Hanya beberapa rumah sakit rujukan saja, seolah-olah penyakit ini jumlahnya tidak akan meningkat," lanjut dia.

Ia mewanti-wanti agar jangan sampai kewalahan lagi.

"Jangan sampai terulang bahwa saat ini kita mesti hitung benar," tegas Ari.

Tidak hanya itu, Ari menyoroti banyaknya tenaga medis yang menjadi pasien karena tertular Virus Corona.

Curhatan Dokter soal APD sampai Lab Terkontaminasi Disorot Pemkot Surabaya, Kini Klarifikasi Salah

"Beberapa rumah sakit sudah membatasi, karena tenaga kesehatannya banyak yang juga menjadi pasien, menjadi korban," ungkapnya.

"Beberapa rumah sakit di daerah bahkan tutup dulu sementara," jelas Ari.

Halaman
123