Virus Corona

Tunjukkan Jari, Dokter Tirta Beri Pesan ke Paramedis: Sekarang Warga Mau Enggak Gantian Berkorban?

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan pesannya pada para tenaga medis. Hal itu diungkapkan dokter Tirta Mandira Hudhi melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (25/5/2020).

TRIBUNWOW.COM - Dokter sekaligus Influencer, dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan pesannya pada para tenaga medis.

Hal itu diungkapkan dokter Tirta Mandira Hudhi melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (25/5/2020).

Dokter Tirta Mandira Hudhi mengatakan bahwa apapun yang dilakukan para tenaga medis akan mendapat balasannya.

dokter Tirta Mandira Hudhi turut menanggapi soal ramai tagar 'Indonesia Terserah'. Hal itu diungkapkan dokter Tirta Mandira Hudhi melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (25/5/2020). (Kolase foto dari Apa Kabar Indonesia tvOne)

Dokter Tirta Ungkap Banyak Dokter Surati Keluarga terkait Kematian: Sampai Mati, Saya Enggak Nyerah

Ia percaya bahwa Tuhan akan mengetahui seberapa besar perjuangan para tenaga medis bagi Indonesia.

"Kalau buat teman-teman tenaga medis, tenang, apa yang kita perbuat sekarang InsyaAllah akan ada balasannya di akhirat nanti."

"Jikapun kita tidak mendapat penghasilan di duniawi, jikapun kita dihujat masyarakat, jikapun suatu saat kita kehilangan nyawa kita sendiri, semua orang tahu, dan kitapun tahu, dan Allah pun tahu bahwa kita sudah berusaha yang terbaik di negara ini," ujar dokter Tirta.

Dokter Tirta mengibaratkan para tenaga medis layaknya tentara-tentara yang meninggal pada perang dunia II.

"Kalaupun kita harus menjadi pahlawan yang tidak pernah dikenang, at least kita kayak tentara ketika kita perang dunia, perang dunia II kemarin kan tentara Jerman, tentara US banyak yang meninggal itu," ungkapnya.

Dokter Tirta Kecewa Banyak Masyarakat Masih Nekat Langgar PSBB: Warga Maunya Apa Sih?

Dokter asal Solo ini mengingatkan bahwa hal yang terpenting saat ini adalah perjuangan menangani Virus Corona dilakukan dalam urusannya dengan Tuhan.

"Anggap saja seperti itu, anggap saja kita garda terdepan. Urusan kita vertikal sama Allah SWT. Dan urusan kita bukan horizontal sekarang," kata dia.

Meski banyak warga yang tak mengindahkan aturan demi mencegah penyebaran Covid-19, dokter Tirta mengingatkan agar para tenaga medis tetap melakukan yang terbaik.

"Perkara orang-orang awam tidak peduli ama kita, lakukanlah tugas kita sebaik-baik mungkin."

"Kalian enggak sendiri kok. Saya ada di sini, teman relawan di sana," ujarnya.

Sambil mengacungkan jari, dokter Tirta lantas menyinggung apakah warga juga mau berkorban menaati aturan demi para tenaga medis yang sudah banyak berkorban.

"Biar semua rakyat tahu bahwa kita itu enggak mudik demi mereka, sekarang tinggal mereka mau enggak berkorban buat kita," seru dokter Tirta.

Dokter Tirta Sebut Ungkapan Jokowi soal Damai dengan Corona Salah Kaprah: Bukan Gitu Pak

Lihat videonya mulai menit ke-6:59:

 

 

Kritik Jokowi soal 'Damai dengan Corona'

Pada kesempatan yang sama, dokter Tirta mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal istilah berdamai dengan Virus Corona.

dokter Tirta menilai, untuk menghindari penyebaran Virus Corona makin luas adalah pembatasan mobilisasi masyarakat.

dr Tirta saat menanggapi beredarnya teori-teori konspirasi yang beredar soal pandemi Covid-19, Senin (27/4/2020). (YouTube InCipeng WeTrust)

 

• Bahas soal The New Normal, AM Putut Prabantoro Sebut Pemerintah Tak Boleh Dibiarkan Jalan Sendiri

Ia merasa Salat Id di zona hijau tidak masalah dilaksanakan tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Yang patut direm adalah mobilisasi, kalau hijau kalian salat Id dengan prosedur new normal pakai masker atau tidak cium tangan enggak papa," ujar dokter Tirta.

Selain itu, restoran menurutnya juga boleh bukan asal dengan penerapan protokol kesehatan.

Sedangkan, yang harus dijaga ketat adalah mobilisasi manusia.

"Kalau membuka restoran tapi dengan catatan kapasitas separo enggak papa."

"Tetapi kalau kalian mobilisasi ya jadi merah lagi, Covid itu akan terus ada kita kontrol," jelasnya.

Lalu, dokter Tirta mengkritik ungkapan Jokowi soal 'berdamai dengan Virus Corona'.

• Belum Siap New Normal, dr Erlina Minta Jangan Bandingkan Negara Lain: Kita Tidak Bicara Jakarta

Menurut dia, ungkapan itu salah besar.

"La ini saya meluruskan maksud Pak Jokowi, Pak Jokowi mengatakan berdamai la ini salah kaprah, 'Berdamai di sini itu yoh Corona kita damai, bukan gitu pak'," ungkapnya.

Seharusnya dijelaskan bahwa Virus Corona ini akan terus ada sehingga mobilisasi masyarakat harus tetap diatur.

"Maksudnya adalah Covid ini akan terus ada, sheetnya banyak tetapi kita kontrol cara kontrolnya dengan cara membatasi mobilisasi masyarakat dengan cara new normal, pakai masker, jaga jarak, PHBS ditingkatkan," katanya.

Dokter Tirta menambahkan, sekolah menurutnya adalah tempat terakhir dibuka saat penerapan 'The New Normal'.

"Ketiga membatasi tempat-tempat yang kerumunan di mana yang paling terakhir sekolah," ungkapnya.

• Pemerintah Tetapkan Aturan New Normal untuk Bidang Usaha, Bekerja dari Rumah Dapat Terus Diterapkan

Lihat videonya mulai menit ke-12:09:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)