"Kan itu arus mudik bisa sampai akhir bulan Juni atau tengah Juni," tambahnya.
Pandu menjelaskan bahwa potensi tersebut akan terjadi apabila arus mudik terus terjadi hingga akhir bulan Juni.
"Itu yang membuat kita secara kumulatif bisa meningkat seperti itu potensialnya," kata dia.
Berdasarkan penjelasan Pandu pemudik lokal dan pemudik dari luar Jakarta sama berbahayanya.
Ia mengatakan dalam kondisi saat ini seluruh pemudik tidak peduli dari mana asalnya memiliki potensi bahaya yang sama.
"Dalam masa sekarang kita tidak tahu siapa yang sudah terinfeksi, siapa yang belum terinfeksi," kata Pandu.
"Karena masih terbatas pemeriksaan dengan PCR."
Pandu menyoroti bagaimana masih banyak pemudik yang tidak mengindahkan aturan penanganan Covid-19.
Di antaranya adalah kapasitas penumpang yang tidak sesuai aturan dan tidak disiplin mengenakan masker.
• Anies Minta Pemudik di Tengah Pandemik Covid-19 Tak Kembali ke Jakarta: Transisi Menuju Normal Baru
Anies Baswedan Jawab Nasib Pemudik
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menanggapi soal nasib para pemudik yang terlanjur keluar dari Jakarta.
Pada Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, Senin, (25/5/2020) di kantor Graha BNPB, Anies mengatakan PSBB tahap ketiga memang berada di situasi yang genting sebab bertepatan dengan hari raya lebaran yang identik dengan budaya mudik.
"Lalu sekarang kita berhadapan denga situasi yang cukup unik," ujarnya.
"Di masa akhir dari perpanjangan PSBB ini bersamaan dengan musim mudik dan musim arus balik."
• Abaikan Sikap Masyarakat, Dokter Tirta Sebut Nakes Sudah Surati Keluarga soal Kemungkinan Terburuk
Menanggulangi potensi penularan Covid-19 dari pemudik, Anies menjelaskan hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan keluar masuk Jakarta.
Ia mengatakan yang diperbolekan adalah mereka yang mendapat pengecualian sesuai yang tertera di dalam aturan PSBB.