Selain itu, Mahfud meminta pemerintah daerah serta Satpol PP untuk menjaga ketat pintu keluar atau masuk wilayah serta jalan-jalan tikus yang kerap digunakan masyarakat agar lolos mudik.
"Pemeriksaan di pintu-pintu keluar atau pintu masuk di jalan-jalan tikus," jelasnya.
Mahfud mengingatkan TNI-Polri untuk mewaspadai kendaraan-kendaraan besar yang menjadi tempat orang bersembunyi untuk mudik. Khususnya, di jam-jam tengah malam.
"Atau kendaraan besar yang jadi tempat orang bersembunyi mudik, dilakukan ketat di waktu-waktu yang biasanya dianggap petugasnya lengah," kata dia.
"Misalnya, di tengah malam itu biasanya orang menganggap petugas ngantuk, petugas tidak ada lalu nerobos begitu saja," tegas Mahfud.
Simak videonya mulai dari menit ke 25.45
Ahli Epidemiologi: Seakan-akan Masyarakat Disuruh Ini-Itu
Ahli Epidemiologi Pandu Riono membahas hari Idul Fitri yang akan segera tiba di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Seperti diketahui, sejumlah daerah menerapkan PSBB demi mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).
Selain itu ada pula larangan mudik yang umumnya dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut Idul Fitri demi mencegah penyebaran antardaerah.
• Sopir Travel Cerita Selundupkan Pemudik Nekat saat PSBB: Antara Mati di Jakarta atau Mati di Kampung
Dikutip TribunWow.com, awalnya Pandu Riono menilai PSBB belum siap dilonggarkan pada bulan Juni.
"Saya pesimis kalau kenyataannya seperti ini," komentar Pandu Riono dalam tayangan Fakta di TvOne, Senin (11/5/2020).
Ia menyebutkan kemungkinan tersebut ada, tetapi sangat kecil.
Pandu mengatakan penerapan PSBB di sejumlah daerah belum benar-benar sukses.
"Kita kehilangan harapan, tapi sebagian besar kurang berhasil," kata Pandu.