"Dan di perawatan kita menyiapkan 105 rumah sakit rujukan, peralatan ventilator buatan lokal untuk menyempurnakan kekurangan dan lain sebagainya," imbuhnya.
Namun menurut Ridwan Kamil, ada banyak kendala yang dihadapi pada benteng pencegahan.
Dan menurutnya, hal itu tidak hanya di hadapi oleh Jawa Barat, melainkan seluruh daerah di Indonesia, atau bahkan secara nasional.
Mantan Wali Kota Bandung itu menyebut bahwa pihaknya hanya mempunyai modal sosial untuk melakukan pencegahan.
• New Normal sebagai Cara Hidup Baru Pasca-pandemi Virus Corona, Jokowi: Berkompromi dengan Covid
Dirinya lantas membandingkan dengan negara maju Korea Selatan yang juga mempunyai jumlah penduduk sama dengan Jawa Barat.
Bedanya adalah pada faktor anggaran yang digunakan atau yang dimiliki untuk menangani Covid-19 tersebut.
"Terkait di benteng pencegahan itulah modal yang kita punya, karena kita hanya punya modal sosial," ungkapnya.
"Jawa Barat 50 juta, Korea Selatan juga 50 juta, tapi Jawa Barat hanya punya uang 1 persen dari Korea Selatan untuk menyelamatkan sama-sama 50 juta," tegasnya.
Maka dari itu, Ridwan Kamil meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kedisiplinan dengan mengindari kerumunan.
Karena menurutnya, hal itulah yang bisa menjadi faktor kunci pencegahan yang bisa dilakukan di Jawa Barat, atau Indonesia.
"Maka modal kita hanya kedisiplinan. Sebelum vaksin ditemukan yaitu pengobatan maka strategi hanya bisa melakukan pencegahan," terangnya.
"Yaitu dengan rumus di mana ada kerumunan di situ ada Covid, di mana tidak ada kerumunan di situ tidak ada Covid," pungkasnya.
• Viral Indonesia Teserah, Dokter Ungkap Pengorbanan Selamatkan Korban Corona: Rasanya Sakit Hati
Simak videonya mulai menit awal:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)