Virus Corona

Benarkan Aksi 'Indonesia Terserah' sebagai Bentuk Keprihatinan, IDI Sebut Buntut Kebijakan Plin-plan

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

Dilansir TribunWow.com, para tenaga medis menyuarakan apa yang dirasakannya setelah melihat kondisi masyarakat Indonesia yang masa bodoh terkait penanganan Virus Corona.

Mereka terkesan menyepelekan penularan Virus Corona dan tentunya seakan tidak menghargai kerja keras yang dilakukan oleh tenaga medis.

Tangkapan layar postingan dr Tirta soal Indonesia Terserah (16/5/2020). (instagram@dr.tirta)

Viral Indonesia Teserah, Dokter Ungkap Pengorbanan Selamatkan Korban Corona: Rasanya Sakit Hati

Adib Khumaidi menilai apa yang dilakukan oleh masyarakat tidak mencerminkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Termasuk juga tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing dan tetap di rumah saja.

Ia mengaku sangat prihatin menyaksikan kondisi yang sedang terjadi di tengah pandemi Virus Corona.

Karena di satu sisi, tenaga medis berjuang mempertaruhkan nyawa, tetapi masyarakat justru masih abai.

"Sebuah bentuk keprihatinan kami terhadap proses penanganan Covid-19 ini karena kami masih melihat bahwa ada masyarakat yang masih abai terhadap imbauan-imbauan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, aturan-aturan yang sudah dilakukan," ujar Adib Khumaidi.

"Dan masih banyak yang belum memahami bahwa esensi daripada imbauan aturan itu salah satunya adalah untuk memutus mata rantai penularan," jelasnya.

Teriak-teriak Bubarkan Pedagang di Pasar Anyar, Bima Arya: Kita Solidaritas sama Tenaga Kesehatan

Tidak hanya menyoroti masyarakat yang masih 'ngeyel', Adib Humaidi kemudian menyingung kebijakan dari pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari buntut kebijakan yang semrawut dan terkesan plin-plan.

Termasuk kebijakan yang baru yakni memberikan pelonggaran PSBB dan membuka moda transportasi.

Alhasil masyarakat bukan malah semakin terikat, melainkan justru sebaliknya diberikan ruang.

"Masih banyaknya masyarakat yang kemudian berkumpul, bergerombol dan juga ditunjang oleh aturan-aturan yang berubah-ubah," ungkapnya.

Adib Humaidi kemudian menyebut hal itu akan mempunyai risiko besar terhadap masalah kesehatan karena kemungkinan orang yang tertular akan semakin banyak.

Dan yang merasakan beban berat itu tidak lain adalah para tenaga kesehatan.

"Tentunya ini memberikan dampak ke depan yang bukan tidak mungkin beban daripada kesehatan ini akan semakin besar," pungkasnya.

Ungkap 3 Strategi Penanganan Corona di Jawa Barat, Ridwan Kamil: Kita Hanya Punya Modal Sosial

Simak videonya:

Curhat Dokter di Balik Viral Tagar 'Indonesia Terserah': Kami Capek, Pasti Sakit Hati

Beberapa hari ini para tenaga medis mengungkapkan rasa kekecewaan mereka lewat tagar 'Indonesia Terserah'.

Tagar tersebut disebut lahir dari rasa lelah para tenaga medis melihat masih ada masyarakat yang membandel tak mempedulikan pandemi Virus Corona (Covid-19).

Dokter Relawan Covid-19 Debryna Dewi menceritakan bagaimana rekan-rekannya tenaga medis melihat masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan protokol penanganan Covid-19.

Dokter relawan Covid-19 Debryna Dewi menjelaskan viralnya ungkapan 'Indonesia Terserah', Minggu (17/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

• Imam Prasodjo Ibaratkan Indonesia Terserah Layaknya Orangtua Kecewa Anaknya Terus Ngeyel: Karepmu

Dikutip dari acara SAPA INDONESIA MALAM, Minggu (17/5/2020), Debryna pertama menyoroti soal penumpukkan antrean yang terjadi di bandara.

Seperti yang diketahui sebelumnya viral foto penumpukan calon penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (14/5/2020).

Melihat kejadian semacam itu, Debryna mengatakan para tenaga medis yang juga manusia biasa merasa lelah melihat masyarakat masih saja melanggar aturan.

"Kalau melihat kasus kemarin kan maksudnya banyak ujul-ujulan di bandara, di beberapa tempat lain tidak patuh PSBB, tentu sebagai manusia perasaan kami capek sih," ujar dokter Debryna.

Debryna lalu menceritakan kehidupan dirinya sebagai relawan dan para petugas-petugas yang kini masih menetap di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Ia mengatakan dirinya beserta para relawan dan aparat berwenang sudah lama tidak bisa pulang karena harus menangani pasien Covid-19.

"Kita terus terang saya sifatnya kan relawan dan juga banyak TNI dan Polri juga kami sudah berhari-hari kalau saya bahkan dua bulan enggak pulang ke rumah," kata Debryna.

"Meninggalkan apa yang sudah ada di rumah, meninggalkan pekerjaan, meninggalkan semua kenyamanan."

Tanggapi Tagar Indonesia Terserah di Medsos, Dokter: Tugas Kita Fokus di Depan Mata

Debryna mengatakan melalui tagar 'Indonesia Terserah' itu menandakan para tenaga medis tidak akan memikirkan hal lain yang tidak penting.

Ia mengatakan kini para tenaga medis hanya akan mengurus para pasien di depan mereka.

"Fokus kita itu tadi, fokus kita di depan mata kita enggak pikirin yang selain itu," ujarnya.

Diceritakan Debryna tak sedikit para tenaga medis yang mengorbankan momen-momen penting dan waktu mereka untuk berjibaku menangani pasien Covid-19.

"Banyak temen-temen yang harus menunda serangkaian acara-acara penting seperti pernikahan, hajatan-hajatan lain hanya karena untuk mematuhi PSBB itu."

Di sisi lain Debryna mengatakan melihat sifat ngeyel masyarakat diakuinya menimbulkan rasa sakit hati.

"Karena mereka peduli, karena mereka mau saling jaga, jadi rasanya memang pasti sakit hati ya mbak," ujarnya.

Debryna menyinggung bagaimana para tenaga medis yang berkorban maksimal merasa kecewa atas respons di luar yang ternyata masih ada yang berlaku seenaknya sendiri.

"Sudah berkorban untuk demi orang lain demi jutaan nyawa orang lain, mereka berkorban untuk itu semua tapi tiba-tiba ada yang tetap enggak pakai masker keluar, tetep ujul-ujulan di tempat umum, itu rasanya emang ini sih cukup menyakitkan," ungkapnya kecewa.

• Pihak Istana Tanggapi soal Indonesia Terserah, Sebut Ada Faktor Kejenuhan Masyarakat di Rumah

Lihat videonya mulai menit ke-3:20:

(TribunWow/Elfan Nugroho/Anung Malik)