Dikutip TribunWow.com, analisis tersebut dimuat dalam situs ddi.sutd.edu.sg, Selasa (5/5/2020).
Situs tersebut memperbarui data terbarunya setiap hari berdasarkan kondisi di lapangan.
• Bahas Teori Konspirasi Corona dengan Najwa Shihab, Nadiem Makarim: Harus Ada Orang yang Disalahkan
Tidak hanya Indonesia, SUTD menganalisis grafik pertumbuhan kasus positif Virus Corona di berbagai negara.
Dalam grafik yang menunjukkan laju kasus di Indonesia, tampak kasus Virus Corona mulai muncul sekitar awal Maret 2020.
Grafik ini mencantumkan kasus baru yang muncul tiap hari di Indonesia.
Sejak itu kasus baru per harinya mulai mencapai angka 50 orang pada kurun waktu 10-30 Maret 2020.
Grafik mulai menunjukkan peningkatan tajam sejak bulan Maret sampai April.
Pada 19 April 2020, jumlah kasus baru yang muncul mencapai 350 tiap hari.
Pada beberapa hari, kasus baru yang muncul dapat mencapai hampir 450 orang.
Berdasarkan grafik pertumbuhan kasus, titik puncak pandemi di Indonesia adalah pada bulan April sampai Mei.
Grafik mulai akan melandai dengan cepat sejak saat itu sampai bulan Juli.
Meskipun begitu, diprediksi secara teoretis Virus Corona di Indonesia baru akan benar-benar berakhir pada 7 Oktober 2020, dengan kemungkinan perbedaan 14 sampai 15 hari.
Prediksi tersebut dibuat dengan melihat kasus yang muncul sampai 4 Mei 2020.
• UPDATE Virus Corona di Indonesia, Selasa 5 Mei 2020: 12.071 Kasus Positif, 2.197 Sembuh
Sementara itu, di seluruh dunia pandemi Virus Corona diprediksi akan selesai lebih lambat.
Seperti diketahui, di seluruh dunia kasus positif sudah mencapai angka lebih dari 3,7 juta orang dengan angka kematian lebih dari 258 ribu per Rabu (5/5/2020).