Virus Corona

Lelaki Lebih Rentan Meninggal karena Corona, Ilmuwan Australia Ungkap Alasan Perempuan Lebih Kebal

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penanganan pasien Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. Profesor Genetika Jenny Graves mengungkapkan alasan perempuan cenderung lebih kebal terhadap Virus Corona (Covid-19) dibandingkan laki-laki.

"Perempuan lanjut usia memiliki sedikit estrogen dan perempuan lanjut usia yang terinfeksi Covid-19 kondisinya cukup baik," jelas Jenny Graves.

"Bahkan perempuan berusa 90 tahun cenderung kurang berisiko meninggal daripada laki-laki berusia 90 tahun," lanjut dia.

Graves kemudian menyinggung perbedaan kromosom X dan Y pada perempuan dan laki-laki.

"Yang menurut saya lebih penting adalah fakta perempuan memiliki dua kromosom X dan laki-laki hanya satu," katanya.

Pada perempuan terdapat dua kromosom X, sedangkan laki-laki memiliki kombinasi kromosom XY.

Keberadaan kromosom X memiliki keuntungan lebih pada fungsi organ tubuh.

"Hal lain yang saya pelajari baru-baru ini, kromosom X menjadi rumah gen kekebalan," ungkap Graves.

Ia menyebutkan ada sekitar 60 persen gen kekebalan dalam kromosom X.

Perempuan yang memiliki kromosom XX jelas mendapat manfaat lebih dari pola genetik tersebut.

"Namun hal yang lebih penting, perempuan memiliki lebih beragam gen di dalamnya," papar Graves.

"Dua kromosom X bisa sangat berbeda dan membuat antibodi yang lebih beragam," lanjut dia.

"Hal ini akan membantu mendorong respons kekebalan tubuh," jelas Jenny Graves.

Para Ilmuwan Tengah Uji Coba Vaksin BCG untuk Virus Corona, Ternyata Mampu Tingkatkan Imun Tubuh

Lihat videonya mulai dari awal:

Ilmuwan Singapura Prediksi Corona di Indonesia Berakhir Oktober

Para ilmuwan dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) memprediksi kapan pandemi Virus Corona akan berakhir di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Halaman
1234