Hal itu pula yang membuatnya tersulut emosi hingga memaki menteri Jokowi.
Meskipun berisiko mendapat sanksi atas sikapnya, Sehan mengaku tak peduli.
"Ini yang membuat terhambat, yang menyumbat saya, maka saya melakukan diskresi, saya mencak," kata Sehan.
"Jangankan saya dihukum di dunia, Allah pun yang akan menghukum saya, hari ini berikan rakyat saya, saya tidak mau tahu."
Ia mengaku tak mau melihat warganya menangis kelaparan, terutama saat menjalani ibadah puasa.
"Saya mau rakyat saya jangan menangis, sudah puasa kedua Ramadan," tutur Sehan.
"Jadi calon penerima BLT dan PKH itu mencak-mencak, makanya saya perintahkan untuk serahkan semua," tandasnya.
• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Salahkan WHO soal Corona hingga Karni Ilyas Tertawa: Aku Awam tapi Agak Pinter
Simak video berikut ini menit ke-15.04:
Debati Bupati Boltim dan Bupati Lumajang
Di sisi lain, sebelumnya perseteruan antara Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim dan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq kini tengah menjadi perhatian publik.
Thoriqul Haq mengaku kecewa dengan pernyataan Sehan Salim soal kritikannya pada menteri terkait penyaluran Bantuan sosial (Bansos)
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews pada Minggu (10/5/2020), Sehan Salim mengaku marah-marah pada menteri karena ada alasan yang jelas.
• Balas Bupati Boltim yang Kritik Menteri, Bupati Lumajang: Jangan-jangan Enggak Bisa Urus Daerahnya
"Saya mencak-mencak itu ada dua hal, pertama kayaknya saya tidak boleh memberikan stimulan beras ke rakyat saya yang mendapat BLT (Bantuan Langsung Tunai)."
"Tapi BLTnya belum datang," ujar Sehan.
Lalu, Sehan menyindir Thoriq bahwa dirinya memberi bantuan lebih banyak dari pada Pemerintah Daerah (Pemda) Lumajang berikan.
Ia mengaku memberi 15 kilogram beras jauh lebih banyak dari Pemda Lumajang.