Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

Haris Azhar Sebut KPK Sengaja Loloskan Nurhadi dan Harun Masiku, Aiman: Bahasa Anda Jelas Sekali

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (11/5/2020).

"Iya sengaja, karena mereka harus minta izin dulu, izinnya harus ke Dewas dulu," terang Haris.

"Dalam perdebatan yang lain kita tahu Dewas bilang 'Saya enggak pernah dapat surat pengajuan untuk urusan yang lain'."

Haris menilai, hal itu membuktikan adanya beda pendapat di KPK yang hingga kini belum terselesaikan.

Bahkan, ia menyinggung pernyataan Koordinator Masyarakat Anti-korupsi (MAKI), Boyamin Saiman yang telah memberikan sejumlah bukti keberadaan sejumlah koruptor seperti Nurhadi dan Harun Masiku.

"Jadi masih ada missing link di dalam KPK-nya," ucap Haris.

"Saya cuma mau bilang, barangkali apa yang disampaikan oleh Bung Boyamin itu sudah clear sebagai sebuah informasi atau petunjuk."

Meskipun Bonyamin memberikan banyak informasi, hingga kini KPK belum juga berhasil menangkap Nurhadi dan Harun Masiku.

Karena itu, Haris menilai penyidik KPK tak bekerja sebagaimana mestinya.

"Bahwa kalau misalnya perwakilan KPK malam ini menyebutkan bahwa, misalnya itu enggak jelas, kurang matang dan lain-lain."

"Ini penyidiknya Boyamin atau siapa," tandasnya.

Untuk Pertama Kalinya, KPK Kini Pajang Tersangka Kasus Suap saat Konferensi Pers

Simak video berikut ini menit ke-3.45:

 

Kabar Harun Masiku Ditembak Mati

Pada kesempatan itu, sebelumnya Boyamin Saiman gamblang menduga tersangka kasus korupsi, Harun Masiku sudah meninggal dunia.

Dilansir TribunWow.com, sebelumnya, Harun Masiku yang hingga kini masih buron merupakan tersangka kasus korupsi pergantian antar waktu (PAW).

Harun Masiku diduga memberikan uang suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, untuk melancarkan jalannya menjadi anggota DPR dari fraksi PDIP.

Tak hanya soal meninggal dunia, Harun Masiku bahkan juga dikabarkan ditembak mati agar tak membuka kasus korupsi para petinggi.

• Refly Harun Cerita Kejanggalan Kasus Harun Masiku, dari Ngototnya PDIP hingga Tanda Tangan Megawati

Halaman
123