"Selain itu beberapa hipotesis adanya peningkatan engines yang bisa meningkatkan tempat bagi Covid-19 hinggap di sel-sel di dalam paru-paru," jelasnya.
"Itu salah satu kenapa pasien-pasien atau individu yang merokok banyak yang mengalami kesulitan atau terjadi infeksi yang lebih berat."
Kemudian melihat bukti data dari Wuhan yang merupakan kota munculnya Virus Corona.
Dirinya menjelaskan, sekitar 20 persen dari pasien Virus Corona di Wuhan, merupakan seorang perokok.
Dan yang menjadi catatan, sebagian besar dari mereka tidak tertolong saat dalam perawatan.
Sedangkan sebagian lagi harus dibantu dengan alat pernafasan khusus.
• Minta Daerah Serius Tangani Virus Corona, Jokowi Tegaskan agar Alihkan Anggaran untuk Covid-19
"Data dari Wuhan, menunjukan bahwa sekitar 12,8 sampai 20 persen pasien yang masuk ke ICU adalah pasien perokok,"
"Dan sebagian besar pasien yang merokok ini meninggal saat perawatan di ruang intensif dan banyak sebagian besar 40 persen di antaranya masuk ke ventilator alat mesin nafas," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke-1.10
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)