Yang lainnya adalah udara atau gas yang tertelan saat Anda makan atau minum.
Yang paling banyak menyumbangkan gasnya adalah minuman berkarbonasi seperti soda atau minuman lain yang mengandung soda.
Mereka mengandung gelembung dengan karbon dioksida, gas yang bisa dilepaskan dari cairan setelah mencapai perut Anda.
Mengunyah permen karet, minum melalui sedotan dan makan sambil berbicara atau saat terburu-buru juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah udara yang tertelan.
4. Jangan Makan Makanan yang Memiliki Banyak Kandungan Gas
Beberapa makanan berserat tinggi dapat membuat orang menghasilkan gas dalam jumlah besar.
Pemain utama termasuk kacang-kacangan seperti kacang dan lentil, serta beberapa biji-bijian.
Cobalah menyimpan buku harian makanan untuk mencari tahu apakah makanan tertentu cenderung membuat Anda lebih kembung daripada yang lain.
Makanan berlemak juga bisa memperlambat pencernaan dan pengosongan lambung.
Ini dapat memiliki manfaat untuk kenyang (dan mungkin membantu penurunan berat badan), tetapi dapat menjadi masalah bagi orang-orang dengan kecenderungan untuk kembung.
Cobalah makan lebih sedikit kacang dan makanan berlemak untuk melihat apakah itu membantu.
• 15 Tanda-tanda Infeksi Sinusitis, Demam dan Hidung Tersumbat Patut Dicurigai
5. Cobalah Diet Rendah FODMAP
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan pencernaan yang paling umum di dunia.
Tidak diketahui penyebabnya, tetapi diyakini mempengaruhi sekitar 14 persen orang, yang sebagian besar tidak terdiagnosis.
Gejala umumnya termasuk kembung, sakit perut, tidak nyaman, diare dan / atau sembelit.