Namun, masalahnya sebagian besar disebabkan oleh faktor sensorik.
Seseorang dengan kecenderungan untuk kembung akan mengalami ketidaknyamanan dari jumlah makanan yang lebih kecil dibandingkan dengan orang yang jarang merasa kembung.
Untuk alasan ini, cukup makan makanan kecil bisa sangat berguna.
Mengunyah makanan dengan lebih baik dapat memiliki efek dua kali lipat.
Ini mengurangi jumlah udara yang Anda telan bersamaan dengan makanan (penyebab kembung), dan juga membuat Anda makan lebih lambat, yang terkait dengan berkurangnya asupan makanan dan porsi yang lebih kecil.
• 8 Tips untuk atasi Insomnia, Bisa Membantumu Cepat Terlelap
2. Singkirkan Alergi Makanan dan Intoleransi terhadap Makanan Biasa
Alergi dan intoleransi makanan relatif umum.
Ketika Anda makan makanan yang tidak toleran terhadap Anda, itu dapat menyebabkan produksi gas berlebih, kembung dan gejala lainnya.
Berikut adalah beberapa makanan dan bahan umum yang perlu dipertimbangkan:
- Laktosa: Intoleransi laktosa dikaitkan dengan banyak gejala pencernaan, termasuk kembung. Laktosa adalah karbohidrat utama dalam susu.
- Fruktosa: Intoleransi fruktosa dapat menyebabkan kembung.
- Telur: Gas dan kembung adalah gejala umum alergi telur.
- Gandum dan gluten: Banyak orang tidak toleran terhadap gluten, protein dalam gandum, spelt, barley, dan beberapa biji-bijian lainnya. Hal ini dapat menyebabkan berbagai efek buruk pada pencernaan, termasuk kembung.
Baik laktosa dan fruktosa menjadi bagian dari kelompok karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna yang lebih besar yang dikenal sebagai FODMAP.
Intoleransi FODMAP adalah salah satu penyebab paling umum dari kembung dan sakit perut.
Jika Anda sangat curiga bahwa Anda memiliki alergi makanan atau intoleransi, kunjungi dokter.
• 5 Cara Mengatasi Jerawat Punggung Menggunakan Bahan Alami, Bisa Dicoba Sekarang Juga!
3. Hindari Menelan Udara dan Gas
Ada dua sumber gas dalam sistem pencernaan.
Satu di antaranya adalah gas yang diproduksi oleh bakteri dalam usus.