Virus Corona

Sempat Isolasi Diri karena Demam, Dokter Tirta Akhirnya Putuskan ke Rumah Sakit

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

dr. Tirta Mandiri Hudhi, Sabtu (28/3/2020)

Dokter asal Solo ini menjelaskan bahwa Covid-19 akan berisiko besar bagi orang lansia maupun orang yang sudah memiliki penyakit bawaan.

"Tidak boleh ada satupun ada yang masuk atau keluar wilayah Jakarta misal per Senin sampai Kamis lihat saja hasilnya, otomatis kita membatasi orang-orang yang balik kampung atau Jakarta."

"Ini yang menyebabkan Covid-19 keluar Jakarta orang-orang naik pesawat terus megang ini, megang ini, megang ini peluk-pelukan di kampung dia enggak papa, orang tuanya ternyata stroke kena Covid, terus dari orang tuanya dari bersin kena tetangga kampungnya satu kampung kena," jelasnya.

• Pemudik di Wonogiri Meningkat, Joko Sutopo: Mudik Itu Kultur, Tak Bisa Diselesaikan dengan Imbauan

Lalu, Dokter Tirta menyinggung Nusa Tenggara yang belum terkena Virus Corona lantaran mobilitas warga sudah dibatasi.

"Papua sudah ada Covid loh, Jambi sudah ada, Bengkulu kalau enggak salah, Nusa Tenggara kemarin malah enggak ada, karena apa mobilitas warga dibatasi," lanjutnya.

Lantas, Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini mengatakan bahwa dirinya sudah bertemud dengan Anies Baswedan.

Dalam pertemuan itu, ia menyarankan agar Anies segera melakukan karantina wilayah.

Jika masalah ekonomi menjadi pertimbangan, dokter Tirta mengatakan bahwa ekonomi sekarang juga memang sudah hancur.

"Saya kemarin sudah bertemu dengan Pak Anies juga, saya sudah sarankan kalau bisa, kalau bisa banget, kita lebih baik ini sama-sama buruk."

"Mau kita enggak karantina wilayah, ekonomi sudah turun, temen saya brand local sudah hancur-hancuran jadi saran saya sih kalau bisa yang mau ke Jakarta ditolak, yang mau keluar di Jakarta tetap ditolak," tegas dia.

Ia juga menyarankan agar semua aktivitas publik dihentikan sementara kecuali tempat-tempat vital, seperti rumah sakit.

• Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Imbau Jangan Pulang Kampung: Saya Tahu Anda Bosan dan Sakit

"Terus yang ada di rumah terus saja dilanjutkan, yang nongkrong bubarin semua, mall tutup."

"Hanya tiga hal yang menurut saya boleh buka, satu adalah pasar dan minimarket itu sembako, kedua adalah SPBU, dan ketiga instansi publik yaitu polisi,TNI, rumah sakit dan fasilitas kesehatan," ucapnya.

Selain itu, ia ingin agar tempat tertentu dijaga pihak keamanan agar tidak kacau.

"Khusus SPBU dan tempat-tempat bahan pokok itu dijaga oleh militer maupun polisi sehingga mencegah chaos," kata dokter yang juga pengusaha ini.

Lihat videonya mulai menit ke-6:47:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)