Virus Corona

Pasien Positif Virus Corona yang Meninggal di Solo Disebut Ade Yasin Tertular dari Daerah Lain

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui seusai rapat Paripurna DPRD terkait Penyampaian LKPJ Tahun 2018 di DPRD Kabupaten Bogor, Senin (1/4/2019) sore.

TRIBUNWOW.COM - Bupati Bogor Ade Yasin membenarkan bahwa pasien yang positif Corona dan meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, pernah memiliki riwayat berkunjung ke Bogor.

Hal itu dikatakan Ade berdasarkan hasil penelusuran dari tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.

Hasil tracking Dinkes menjelaskan bahwa pasien tersebut memang pernah menghadiri seminar yang dilaksanakan di sebuah hotel kecil, di wilayah Bogor, pada 25 Februari hingga 28 Februari 2020 lalu.

Gara-gara Virus Corona, Ustaz Abdul Somad Hentikan Sementara Ceramah: Sampai Waktu Tak Ditentukan

"Yang seminar itu lokasinya di sebuah hotel yang enggak terlalu besar," ucap Ade seusai menggelar rapat koordinasi dengan enam satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait wabah Virus Corona di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).

Meski demikian, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meyakini bahwa pasien yang meninggal di Solo tersebut tidak tertular Virus Corona pada saat seminar berlangsung.

Pasalnya, hasil tracking dan pemeriksaan oleh Dinkes, 15 karyawan yang hadir dalam seminar itu telah dinyatakan sehat.

Begitu pula dengan mereka yang sempat berinteraksi langsung terhadap pasien tersebut.

Ade mengatakan, para karyawan swasta itu juga telah mengikuti masa inkubasi selama 14 hari dan sudah melewati semuanya.

Menurut Ade, ada kemungkinan pasien positif Corona asal Jawa Tengah yang meninggal dunia itu terpapar pada saat di bandara.

"15 orang karyawan yang ada di situ (hotel) sudah diperiksa dan dalam kondisi baik. Tidak ada yang terpapar atau suspect Corona," kata dia.

Menurut Ade, sampai saat ini di Kabupaten Bogor tidak ada yang menjadi suspect dan positif Virus Corona.

"Kemungkinan enggak ada, karena lokasinya (seminar) juga sudah steril, terus masa inkubasinya juga sudah dihitung," kata Ade.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kartalina menyatakan, penyelenggara seminar yang berlangsung selama tiga hari tersebut bukan dari pihak Pemkab Bogor.

"Untuk pesertanya siapa saja, kami juga tidak paham, karena pelaksana bukan dari kita. Dia mandiri, swasta dan tidak ada konfirmasi ke kita," kata Mike.

Virus Corona Merebak, DKI Jakarta Cabut Aturan Ganjil Genap Selama 2 Minggu

Menurut dia, tim Dinkes saat ini masih melakukan penelusuran untuk memastikan apakah ada warga Kabupaten Bogor yang ikut menghadiri seminar tersebut.

Halaman
12