"Kehidupan di Tiongkong mudah-mudahan bisa kembali ke arah normal, karena tren penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Tiongkok mengarah ke positif," ujarnya.
"Jumlah yang terjangkit juga semakin berkurang sementara yang sembuh sudah diatas 50.000,"imbuhnya.
Djauhari kemudian menyinggung keadaan warga berkebangsaan Indonesia yang masih berada di China.
"WNI yang tertinggal di Tiongkok, kebanyakan pelajar, kita berkomunikasi terus dengan mereka," katanya.
Djauhari menyebutkan bahwa kedutaan terus memantau dan memberikan kebutuhan logistik berupa masker, obat-obatan, serta vitamin.
Diketahui, rata- rata pelajar yang masih ada di Tiongkok tersebut memang memilih berada di sana untuk melanjutkan pendidikannnya.
"Rata-rata mereka memilih tinggal disini," terang lelaki berkaca mata tersebut di depan kamera.
"Dibandingkan jumlah mahasiswa indonesia yang ada disini kurang lebih 15.000 orang, sebagian besar sudah pulang mengikuti anjuran agar melanjutkan liburnya di Indonesia,"
"Mereka yang masih tinggal di sini umumnya masih menyelesaikan studinya dan semua melalui online," imbuhnya.
• Antisipasi Virus Corona, Begini Cara Unik Penata Rambut di China Potong Rambut Pelanggannya
Untuk meredam kekhawatiran masyarakat, Djauhari juga menegaskan bahwa kondisi warga serta staf pemerintahan Indonesia yang berada di Tiongkok dalam keadaan baik.
"Semua dalam keadaan baik dan sehat," pungkasnya.
Video tersebut hingga kini telah dilihat lebih dari 3000 orang.
(TribunWow.com)