Aming juga mengingatkan, bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, sehingga tindakan yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi.
Untuk itu, Aming mengimbau agar oknum yang dimaksud berhenti melakukan perbuatannya.
"Jadi apa-apa juga ada dasar hukumnya, ada sanksinya jadi jangan dikira apa yang kalian lakukan itu berkah, kena tindak pidana loh."
"Jadi hal-hal kayak gini harus disebarin, empatinya dong kalau hal itu menimpa keluarga kalian kayak apa," tegas Aming.
Sebelumnya, Aming mengatakan ada yang lebih menyeramkan daripada virus corona, yakni kepanikan masyarakat.
Menurut Aming, rasa panik tersebut justru membuat masyarakat melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan.
"Malah ada yang lebih mengerikan dari sekedar corona, yaitu mental bangsa kita yang cepat panik gitu kan."
"Yang kayak tiba-tiba borong apa lah, beli apalah, itu yang bikin, lo mikir nggak sih sebab akibat dari apa yang lo lakuin," ungkap Aming seperti dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment.
Aming mengatakn, para orang yang melakukan pembelian secara berlebihan tersebut tidak bisa berpikir dengan jernih lantaran sudah kadung panik.
"Lo pikir nggak sih kalau lo borong semua sembako, nggak semua orang punya daya beli yang sama itu satu, kedua orang yang punya duit doang yang ngeborong otomatis stok habis," ujar Aming.
• Johnny G Plate Ingatkan Masyarakat untuk Tak Sebarkan Hoaks Virus Corona, Sanksi Hukum Menanti
Aming mengaku kesal dengan hal itu lantaran ia beranggapan ada orang-orang yang dirugikan akibat kepanikan yang tidak wajar oleh sebagian orang tersebut.
"Namanya hukum ekonomi, semakin banyak permintaan, semakin tinggi harga, kalau stok kosong, harga melambung, masyarakat dengan daya beli yang rendah kebayang nggak sih, gitu," papar Aming.
Aming berujar, dengan adanya orang yang membeli barang secara berlebihan dapat menimbulkan konflik horisontal.
"Masyarakat dengan daya beli rendah gimana? Kesel gitu."
"Kalau misalnya masyarakat yang daya beli rendah tidak bisa mengusahakan apa yang mereka inginkan terjadi kecemburuan sosial, chaos mau terjadi kayak 1998 lagi? Gitu ibaratnya kan," ujar Aming.