Banjir di Jakarta

Bahas Banjir, Pengamat Politik Adi Prayitno Malah Singgung Pilpres 2024: Mustahil Tak Sertakan Anies

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat Politik Adi Prayitno dalam tayangan YouTube tvOneNews, Kamis (27/2/2020).

"Jadi begini, dari awal PSI susah melihat performa dan kinerja gubernur," ucap Rian.

"Dari sejak awal dilantik sebenarnya, kami sudah melihat."

Sejak awal dilantik, Anies Baswedan disebutnya juga sudah diimbau sejumlah pihak untuk fokus pada naturalisasi dan normalisasi sungai.

Namun, sang gubernur justru mengumumkan diselenggarakannya Formula E di Monas.

"Kami sudah berikan warning, normalisasi dan naturalisasi sungai konsepnya sudah sampai mana," kata Rian.

Menurut dia, gelaran Formula E itu hanya menghabis-habiskan anggaran.

"Kita belum tahu konsepnya seperti apa tiba-tiba keluarlah Formula E, (Rp) 1,6 triliun," ujar Rian.

Ia menilai, anggaran sebesar itu bahkan bisa digunakan untuk menanggulangi banjir.

• DKI Kebanjiran, Fadli Zon Ungkit Janji Jokowi sebelum Jadi Presiden: Banjir Jakarta Bakal Beres

"Anggaran sebesar itu bisa buat 250 rumah pompa, bisa untuk membuat dua bendungan," kata Rian.

"Jakarta sekarang fokusnya soal macet dan banjir, ini yang kami pertanyakan kepada Pak Gubernur."

Lantas, Rian pun menyinggung sejumlah korban tewas akibat banjir Januari 2020 lalu.

Hal itu lah yang disebutnya menjadi alasan DPR membentuk Pansus Banjir Jakarta.

"Lalu begitu akhirnya sudah ada puluhan orang tewas dari awal mah kita bilang kita sudah harus Pansus," terang Rian.

"Karena sudah ada yang tewas, ini ada hal yang enggak bener dari Pak Gubernur."

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)