Sedangkan suara satu orang yang menyuarakan fakta tidak akan digubris karena kalah banyak.
Merujuk dari contoh itu, Anies hanya ingin membuktikan kinerjanya lewat hasil nyata.
"Jadi begini, saya ingin bedakan antara yang kita kerjakan dan yang dipercakapkan," kata Anies.
"Yang dirasakan masyarakat itu adalah yang kita kerjakan, bukan dipercakapkan."
"Kita kerjakan semua," sambungnya.
Anies bahkan mempersilahkan kepada seluruh pihak untuk mengecek langsung lapangan, bagaimana dirinya telah menangani banjir dengan baik.
Namun ketika melihat sosial media, Anies mengatakan hal yang ada di sana tidak akan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
"Tapi kalau Anda lihat sosmed, Anda akan ketemu percakapan," ujarnya.
• Kupas Kritik soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Bekasi Banjir Enggak Pernah Ditanyain di Talk Show
Harmonis dengan Pemerintah Pusat
Kemudian Anies membahas soal hubungan antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ia merasa selama ini ada pihak yang memprovokasi agar pemerintah pusat dan Pemprov saling berlawanan.
"Itu lah kalau berusaha dibenturkan," katanya.
Anies meluruskan ia telah bertemu dengan pemerintah pusat dan membicarakan solusi terbaik menanggulangi banjir.
Ia juga membantah hanya memperdebatkan normalisasi dan naturalisasi dengan Pemprov.
"Kita berbicara tentang bagaimana kita mengendalikan air, supaya tidak mengalami banjir," terangnya.
• Bahas Makian dan Cacian Netizen di Medsos, Anies Baswedan: Yang Saya Kasihan Itu Ibu
Solusi yang didiskusikan oleh Anies dengan Pemprov khususnya adalah pengendalian air di hulu agar tidak banjir.