"Ada Pak Prabowo, ada Sri Mulyani, ada Erick Thohir, ada Mahfud," kata Qodari.
Namun, ketika ditanya soal prediksi menteri yang bakal diganti, Qodari enggan menjawab.
Menurutnya, pihaknya hanya melakukan survei terkait kepuasan publik pada kinerja para menteri.
"Ya kalau yang untuk diganti kita tidak spesifik ke sana lah," ujar Qodari.
"Kita tanya mana yang bagus ya kan, ya dilihat saja mana yang banyak disebut bagus, mana yang kurang banyak disebut bagus."
Lebih lanjut, Qodari menyinggung soal hasil survei serupa yang dilakukan Indo Barometer pada 2015 lalu.
Menurutnya, berada di peringkat atas bukanlah jaminan menteri tersebut akan tetap dipertahankan oleh presiden.
"Terakhir, pengalaman 2015 survei seperti ini yang paling tinggi itu Susi Pudjiastuti lalu kemudian Anies Baswedan," tegas Qodari.
"Tapi ternyata yang satu di-reshuffle, satu tidak dilanjutkan," sambungnya.
Terkait hal itu, Qodari pun memberikan imbauannya pada Prabowo Subianto.
"Jadi Pak Prabowo walaupun nomor satu waspadalah, waspadalah," kata dia.
"Bukan berarti aman, begitu loh."
• Erick, Nadiem, dan Wishnutama Ngaku Berat Jadi Menteri Jokowi, Najwa Shihab: Tukeran Mau Enggak?
Pernyataan Qodari itu pun langsung ditanggapi oleh Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo.
Ia menyatakan, menteri-menteri di bidang hukum berada pada peringkat bawah jika survei kembali dilakukan.
"Singkat, mungkin kalau yang menteri-menteri dibedah juga ada hubungannya, misalkan kementerian soal hukum gitu kan," tegas Roy Suryo.