Kabinet Jokowi

Pendukung Jokowi Sebut akan Ada Reshuffle, KSP Langsung Buka Suara: Terlalu Pendek untuk Disimpulkan

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Donny Gahral Adian dalam tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (22/2/2020).

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian angkat bicara soal isu reshuffle menteri.

Dilansir TribunWow.com, Donny menyebut reshuffle adalah hak prerogatif preside.

Hal itu disampaikan Donny melalui sambungan telepon dalam kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (22/2/2020).

Ditanya Pilih Jadi Gubernur Jakarta atau Menteri Pengganti di Kabinet Jokowi, Risma: Saya Takut

Menteri hingga Gubernur Terdiam saat Jokowi Dicurhati Ini oleh Ibu-ibu: Lihat Kami yang di Bawah

Sebelumnya, kabar reshuffle menteri itu berhembus setelah Pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dede Budhyarto.

Melalui akun Twitter @kangdede78, Dede Budhyarto menceritakan pertemuannya dengan Jokowi.

Ia menuliskan, menteri yang kinerjanya tak bagus akan segera diganti oleh Jokowi.

"Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit.

Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah.

Menteri yg kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede Budhyarto.

Cuitan akun Twitter pendukung Jokowi @kangdede78, Jumat (21/2/2020). Akun tersebut menuliskan bahwa akan segera ada reshuffle bagi menteri yang kinerjanya buruk. (Twitter @kangdede78)

Menteri hingga Gubernur Terdiam saat Jokowi Dicurhati Ini oleh Ibu-ibu: Lihat Kami yang di Bawah

Terkait cuitan pendukung Jokowi, Donny mengaku hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilakukan reshuffle jajaran menteri.

"Sejauh ini tidak ada tanda-tanda reshuffle," ujar Donny.

Ia menyampaikan, pihaknya tak dapat mengganggu gugat keputusan Jokowi jika memang benar akan me-reshuffle menteri.

"Mungkin ada beberapa hal yang bisa saya sampaikan, pertama, reshuffle itu hak prerogatif presiden," kata Donny.

Menurutnya, isu reshuffle itu terlalu dini dihembuskan di media sosial.

Sebab, para menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin baru bekerja selama empat bulan.

Halaman
1234