Apalagi, ruangan tersebut makin hari makin banyak penghuninya.
"Jadi karena itu kemudian saya paksakan ada ruangan ini makin lama makin banyak, kita temukan di jalan."
"Dan kemudian itu anak dari suku apa saja ada. Jadi apa namanya yang saya sedih saya enggak tahu mereka besok bagaimana," ungkap Risma sambil menangis.
• Di Sidang DPR, Politikus PKS Sebut Hukum Masih Tebang Pilih, Bandingkan Kasus Anies dan Risma
Lihat videonya mulai menit ke-1:39:
Pilih Jadi Gubernur DKI Jakarta atau Menteri Jokowi?
Dalam kesempatan yang sama, Rosi meminta Risma untuk memilih menjadi Gubernur Jakarta atau menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ditanya demikian, Risma mengatakan tidak haknya untuk memilih.
• Di Sidang DPR, Politikus PKS Sebut Hukum Masih Tebang Pilih, Bandingkan Kasus Anies dan Risma
"Kalau diberikan amanah untuk melayani publik amanah seperti apa yang akan ibu iyakan diboyong ke Jakarta atau bergabung dengan Kabinet Jokowi," tanya Rosi dikutip dari channel YouTube Kompas TV.
"Saya tidak berhak untuk memilih jabatan itu, karena itu bagi saya adalah amanah," jawabnya.
Bahkan, Risma merasa takut jika mendapat jabatan baru.
Pasalnya, tanggung jawab yang diemban bukanlah hal kecil.
"Karena kalau di jabatan politik, menteri apa namanya Gubernur, Wali Kota, Bupati itu punya tanggung jawab ke masyarakat."
"Bukan sekedar menjabat, saya takut. Makanya saya tidak berhak untuk meminta karena itu berat " ungkapnya.
Lalu, Wali Kota yang juga seorang Politikus PDIP ini juga mengatakan bahwa selama ini ia sering meminta bawahannya untuk mencari orang kesusahan.
• Bandingkan Kasus Ade Armando dan Penghinaan Risma, Politisi PKS: Colek Sedikit Langsung Laporan
"Karena saya selalu katakan pada Kepala Dinas, Camat, sama Lurah."
"Tolong cari Warga Surabaya yang dia susah karena dia sakit atau dia enggak bisa sekolah, atau dia enggak punya pekerjaan, apapun tolong dicari," ceritanya.