TRIBUNWOW.COM - PolItikus PKS, Abu Bakar Al Habsy menilai penegakan hukum masih tebang pilih.
Hal itu diketahui melalui acara TV One Dua Sisi yang berlangsung di Gedung Parlemen, pada Jumat (14/2/2020).
Abu Bakar Al Habsy mengatakan bahwa hukum kini semakin berpihak pada kekuasaan.
• Bandingkan Kasus Ade Armando dan Penghinaan Risma, Politisi PKS: Colek Sedikit Langsung Laporan
"Jelas penegakkan hukum masih tumpul ke bawah jelas, tajam ke bawah tumpul ke atas itu masih,"kata Abu Bakar.
Ia menilai, kasus seorang yang dekat dengan penguasa akan mudah terekspose.
"Banyak contoh simple saja kalau yang deket dengan kekuasaan selalu dengan mudahnya di follow-up, kalau yang tidak deket pasti susah," ujarnya.
Lalu Abu Bakar mencontohkan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Pegiat Media Sosial, Ade Armando pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak berlanjut.
Berbeda dengan laporan Wali Kota Surabaya, Risma yang langsung diproses.
• Bersama Ade Armando, Rocky Gerung Gagap Tak Bisa Jawab Pertanyaan, Presenter: Baru Kali Ini
"Contoh kasus AA, Ade Armando ketika dia membuat laporan, ketika dia kasus bikin Joker wo.., laporan Fahira (Idrus) sampai sekarang enggak selesai tuh."
"Begitu Ibu Risma, dicolek sedikit langsung laporan," ucap Abu Bakar.
Sehingga, ia menilai penegakkan hukum masih tebang pilih.
"Artinya apa di sini penegakkan hukum masih berat," ucap dia.
Mendengar pernyataan itu, Wakil Ketua DPR yang berasal dari PPP, Arsul Sani meminta agar dalam rapat itu seharusnya dihadirkan pihak dari polisi agar berimbang.
"Kita dengar dulu suara dari koalisi ini, tapi sayangnya enggak adil juga enggak ada Polri di sini."
"Kan harus diberikan kesempatan juga dong hak jawabnya Kapolri," ujar Arsul Sani.
• Ade Armando Tak Mau Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, Sebut Jakarta Sekarang Sudah Hancur
Lihat videonya mulai menit ke-11:56: